Sunday, February 26, 2012

JANGANLAH MENCAMPAKKAN DIRI DALAM KEBINASAAN YANG DI SALAH ERTIKAN!!!

وَأَنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ


Allah swt berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 195:

“Dan berinfaqlah kalian di jalan Allah, dan jangan jerumuskan diri kalian sendiri kepada kehancuran. Berbuatlah baik, karena Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.”

Ada dialog singkat seorang murid dengan gurunya mengenai ayat tersebut dan pengorbanan Saidina Husain as cucu Nabi Muhammad saw.

Murid: Berdasarkan ayat tersebut, kita tidak boleh memaksakan diri untuk amar makruf nahi munkar kalau ternyata kita sendiri yang akan celaka dan binasa. Lalu apakah Saidina Husain as termasuk orang yang telah mencelakakan dirinya sendiri dengan usahanya menentang Yazid?

Guru: Ayat di atas adalah ayat yang berkenaan dengan infaq, khususnya infaq di jalan Allah, di jalan jihad; dan maksudnya adalah, jangan sampai karena lalai akan berinfaq kita mencelakakan diri sendiri. Dalam Ad Durr Al Mantsur dinukil bahwa Aslam bin Imran berkata: “Saat itu kami ada di Kostantinopel (saat ini disebut Istanbul), Aqabah bin Amir hadir dengan khalayak, dan Fadhalah bin Ubaid juga bersama khalayak Syam di sana. Pasukan yang sangat ramai dari Rom berbondong-bondong menuju medan perang untuk melawan Muslimin. Dengan segera kami mengatur barisan untuk menghadapi mereka. Tiba-tiba ada seorang lelaki dari pasukan kami dengan laju menuju gerombolan pasukan Rom dan menembus mereka hingga ke tengah. Lalu di antara kawan-kawan kami ada yang berkata, “Wah, orang itu telah mencelakakan dirinya dengan tangannya sendiri.” Abu Ayub Anshari, seorang sahabat nabi yang terkenal, bangkit dan berkata, “Wahai kawan-kawan, kalian telah menyalah artikan ayat ini (yakni ayat di atas). Ayat ini diturunkan kepada sekelompok orang Anshar. Saat Allah telah memenangkan agama dan nabi-Nya, mereka saling berbisik-bisik dan berkata, “Kini Allah telah memenangkan Islam. Pengikut dan pembela Islam juga sangat banyak. Harta kita pun telah terbuang sia-sia (karena diinfaqkan di jalan Allah). Jika kita menyimpan saja harta benda kita, pasti semuanya tidak akan terbuang sia-sia.” Lalu oleh karenanya Allah menurunkan ayat tersebut. Oleh karena itu, ayat tersebut berkaitan dengan sebagian orang yang enggan mengeluarkan hartanya di jalan Allah.”

Murid: Apa salahnya kalau memang ayat itu sebenarnya berkenaan dengan infaq, namun kata-kata “jangan kalian mencelakakan diri dengan tangan-tangan kalian” dianggap sebagai kaidah umum dalam Islam?

Guru: Memang tidak ada masalah. Hanya saja jika kondisi yang kita alami tidak selalu sama. Terkadang ada yang penting dan ada yang lebih penting. Jika yang lebih penting itu menuntut kita untuk berkorban, maka lain lagi ceritanya. Pada dasarnya dalam hukum-hukum Islam seperti amar makruf nahi munkar dan jihad, semuanya berhubungan langsung dengan bahaya. Namun karena tujuan lebih penting dari kerugian nyawa dan harta, maka tidak ada masalah dengannya.

Mencelakakan diri dengan arti yang negatif, seperti kehancuran, yang tidak memiliki nilai apapun selain kehancuran itu sendiri. Namun perbuatan-perbuatan lain seperti berperang di jalan Allah, yang mana hasilnya adalah kesejahteraan umat secara umum, bukanlah perbuatan yang mencelakakan diri dengan arti yang negatif tersebut. Justru di balik kerugian nyawa dan harta itu ada nilai positif yang sangat besar.

Contoh lain, misalnya jika ada seseorang yang mengorbankan diri bersama beberapa kawannya, yang berkat itulah ribuan nyawa lainnya dapat terselamatkan, apakah perbuatan mereka termasuk mencelakakan diri? Sama halnya dengan petani yang menebar bibit beras ke ladangnya. Jika kita melihat dengan kaca mata negatif, kita pasti berkata, “Buat apa petani itu membuang biji-biji beras ke tanah dengan sia-sia?” Padahal petani itu sedang menanamkan benih beras yang kelak jika tiba musim menuai petani akan mendapat keuntungan yang berlipat-lipat.

Saturday, February 11, 2012

PANDUAN MENDAMAI PERSENGKETAAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَإِن طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِن بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِن فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ


"Dan jika ada dua golongan dari orang mukmin berperang maka damailah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat iniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang membuat iniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah: jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya orang-orang mukimin adalah bersaudara dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (Al-Hujurat: 9)

Pemuda dan pemudiku...

Ayat di atas menjelaskan kepada kita semua bahawa dalam kehidupan bernegara, bermasyarakat atau berjamaah (berorganisasi) sudah tentu akan ada perselisihan yang akan berlaku, sehingga kadang-kadang sampai ketahap paling kemuncak iaitu berperang diantara golongan mukmin. Janganlah hairan!


Oleh itu, jika berlaku perpecahan dan pertelagahan, sehingga akhirnya serang-menyerang antara satu sama lain, maka pendamai (pihak ketiga dari golongan mukmin) tidak boleh berpeluk tubuh melihat persengketaan itu, sebaliknya ia wajib bertindak mendamaikan keduanya.

Namun, sebagai pendamai harus mengetahui bila dan bagaimanakah memulakan perdamaian itu?

Pertama-tama, ketahuilah akar permasalah tersebut.Letakkan pada tempatnya. Periksa siapakah yang benar dengan adil.

Jika pihak yang salah mengakui, maka inilah yang terbaik.

Jika tidak, berusahalah hingga akar masalahnya hilang dari keduanya.

Jika salah satu dari kedua pihak berbohong dan berlebihan kemudian mula bertindak agak agresif sehingga mengasah parang dan ingin menggunakan senjata itu, maka cegahlah dia, jika ia melawan maka perangilah dia. Perlu diingat untuk menentang atau berperang dengan pihak yang salah itu, pihak pendamai perlulah mempunyai pra-sarana yang sempurna.

Paksalah dia sehingga dia berserah diri kepada perintah Allah dan berhenti melakukan kezaliman dan kebohongan.


Jika mereka insaf, kembali bertaubat dan berhenti membuat kebohongan, maka mesti mengeluarkan arahan kepada kedua yang bertelagah dengan penuh keadilan dan kejujuran. Kerana Allah mencintai orang-orang yang adil.

Setelah itu, kedua-dua mukmin yang bertelagah itu wajib membaiki diri, menghentikan percakapan yang hina menghina, jika ada kerugian yang perlu diganti maka gantikanlah kerugian itu kepada pihak yang dirugikan, orang yang ditawan mesti di bebaskan dan keadilan ditegakkan secara nyata dan tiada pilih kasih.

Demikianlah, Allah Yang Maha Kuasa memerintahkan dalam bentuk umum agar pendamai (biasa kepimpinan jamaah/ organisasi/ negara) mengetahui batas hak-hak sesama mukmin, bagaimana menyelesaikan persengketaan demi kesempurnaan akhlak setiap individu mukmin.

Bahkan ia boleh digunakan untuk mendamaikan persengketaan di peringkat antarabangsa seperti peperangan saudara dalam sesebuah negara umat Islam, yang wajib di ketahui oleh negara pendamai akar permasalahan persengketaan tersebut dan diselesaikan dengan penuh keadilan.

Lebih-lebih lagi sebagai panduan menyelesaikan masalah dalaman organisasi kita (PAS) yang sudah tentu tidak akan lekang dengan masalah selagi jamaah ini disertai oleh mereka yang bernama manusia.

Namun, Al-Quran ada jalan penyelesaiannya.

Rujukan: Kitab Bermasyarakat Menurut Al-Quran: Dastghaib Shirazi

Wednesday, February 8, 2012

Ucapan Sayyid Ali Khamenei: Persidangan Antarabangsa Pemuda Dan Kebangkitan Islam

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang

Saya ucapkan selamat datang kepada kesemua para tetamu kehormat kami, para belia, yang menjadi pemangkin kepada masa depan yang gemilang buat umat Islam. Setiap daripada kamu adalah lambang kepada kenikmatan hidup yang berkekalan. Apabila para belia bangkit di sesebuah negara, maka harapan kepada kebangkitan secara menyeluruh di negara itu akan meningkat. Pada hari ini, belia-belia dikalangan kita telah bangkit di seluruh dunia Islam. Terdapat begitu banyak jerat yang menanti di hadapan mereka, namun belia-belia Islam yang beriman dan punya kesungguhan yang luar biasa ini telah berjaya melepasi segala halangan tersebut.Lihatlah sendiri kepada apa yang berlaku di Tunisia, Mesir, Libya, Yemen dan Bahrain serta pergerakan yang telah mula menapak di negara-negara Islam yang lain. Jelas sekali segalanya ini adalah lambang kepada kegemilangan yang bakal dikecapi.

Apa yang ingin saya sampaikan kepada kamu, wahai anak-anakku, adalah kamu seharusnya tahu bahawa sejarah dunia dan juga sejarah kemanusiaan sudah sampai ke titik perubahan. Ini adalah permulaan kepada sebuah era baru di seluruh dunia. Sebuah tanda yang besar dan jelas kepada era ini adalah kepekaan kepada Yang Maha Esa serta memohon kepada sumber kuasaNYA yang tidak terbatas dan kebergantungan kepada kalimah-kalimahNYA yang suci.

Minda manusia sudah melangkaui pemikiran dan ideologi yang berasaskan semata-mata kepada materialistik. Hari ini, Marxisme sudah tiada daya tarikannya, begitu juga demokrasi liberal ciptaan barat, lihatlah sendiri apa yang sedang berlaku di negara-negara kelahiran demokrasi liberal ala barat ini, di Amerika dan Eropah, mereka telah menjadi punca kepada kejatuhan mereka sendiri, begitu juga dengan figur-figur sekular nasionalis yang tidak lagi menjadi tarikan.

Hari ini, tarikan yang paling tinggi dikalangan umat Islam adalah agama Islam itu sendiri, iaitu kepada kitab suci Al-Quran, kepada agama Ilahi kerana Allah telah menjanjikan bahawa Islam dan kalimah-kalimahnya yang suci mampu membimbing manusia ke arah kesejahteraan. Apa yang berlaku kini adalah sebuah fenomena yang amat penting dan bermakna.

Di negara-negara Islam pada hari ini, warganya telah bangkit menentang diktator-diktator boneka barat, yang menjadi lambang kepada kebangkitan ke atas pemerintahan diktator global di peringkat antarabangsa iaitu rangkaian pemerintahan daripada rejim Zionis dan kuasa-kuasa bongkak yang zalim dan tidak amanah.

Dewasa ini, mereka telah memaksakan sistem diktator mereka ke atas seluruh dunia melalui berbagai cara dan kaedah. Apa yang sedang kamu lakukan di Mesir, Tunisia, Libya, Yemen dan Bahrain, motif-motifnya semakin jelas terserlah di negara-negara lain. Ia adalah suatu perjuangan menentang pemerintahan diktator yang merbahaya dan juga memudharatkan yang telah menjadi punca kepada berbagai kesengsaraan manusia sejak dua kurun yang terakhir ini. Detik bersejarah yang saya sebutkan ini, adalah titik perubahan daripada dominasi kuasa diktator kepada kebebasan negara-negara berasaskan kepada nilai-nilai pemerintahan berbentuk spiritual dan Ilahiyyah yang pasti akan menjelang tiba, janganlah sesekali ragu terhadapnya.

Ini adalah antara janji Allah bahawa “Allah akan membantu sesiapa sahaja yang membantuNYA.” Allah swt ingin menekankan bahawa jika kamu membantu di dalam kerja-kerja agamanya, maka Allah juga akan membantu kamu. Perkara ini mungkin agak mustahil di dalam kaedah pemikiran bersifat biasa dan materialistik. Walaubagaimanapun, banyak perkara yang kelihatan mustahil, namun kini menjadi kenyataan. Pernahkah terlintas di pemikiran kamu setahun yang lalu, bahawa si zalim yang memerintah di Mesir akan diaibkan serta dijatuhkan sedemikian rupa ?

Jika ada sesiapa pada waktu itu yang menyatakan bahawa rejim Mubarak yang zalim akan runtuh, kamu pasti meraguinya, namun ia telah benar-benar berlaku. Jika ada sesiapa yang mendakwa bahawa kejadian-kejadian yang pelik akan berlaku di Afrika Utara, maka pasti ramai akan meraguinya.

Jika ada sesiapa yang mengatakan bahawa di dalam sebuah negara kecil seperti Lebanon, sekumpulan pemuda beriman akan mengalahkan rejim Zionis dan juga tenteranya yang lengkap dengan senjata moden, tiada siapa akan mempercayainya, namun ia telahpun menjadi kenyataan.

Jika ada sesiapa yang mengatakan bahawa Republik Islam ini akan mampu bertahan menghadapi segala bentuk tekanan daripada timur ke barat dan malah mampu untuk menjadi lebih kuat, progresif dan berdaya maju, tiada sesiapapun yang akan mempercayainya, namun ia telah benar-benar berlaku.”Allah telah menjanjikan kamu berbagai bentuk ganjaran yang mampu diperolehi, dan DIA telah mengurniakannya kepada kamu sebelum ini, dan DIA telah mencegah tangan-tangan manusia daripada kamu, agar ia menjadi tanda kepada orang yang beriman, dan agar DIA membimbing kamu ke jalan yang benar.”

Kejayaan-kejayaan ini adalah suatu tanda Ilahiyah, ini adalah tandanya kekuasaan Allah yang tiada tolok bandingannya, yang sedang ditunjukkan kepada kita semua. Sebaik sahaja kita masuk ke medan perjuangan, medan perjuangan yang telah kita jejaki pada waktu ini, maka kejayaan akan pasti datang daripada Allah. Allah swt akan tunjukkan jalannya kepada kita. “Dan sesiapa yang berjuang di jalan KAMI, maka KAMI akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan KAMI.” Allah membimbing, membantu dan juga merealisasikan impian-impian manusia dengan syarat kita sentiasa hadir di medan perjuangan tersebut.

Apa yang telah berlaku sehingga hari ini adalah sangat menakjubkan. Barat telah mendominasi umat-umat Islam selama dua ratus tahun melalui kemajuan saintifik mereka, mereka menjajah negara-negara Islam, samada secara jelas atau melalui diktator tempatan. Britain dan Peranchis dan juga sudah pasti Amerika Syarikat, yang merupakan syaitan besar, telah mendominasi umat-umat Islam. Mereka melakukan segala yang termampu untuk mengaibkan masyarakat Islam, mereka menanam sebuah ketumbuhan kanser Zionisme di tengah-tengah rantau Timur Tengah, sebuah rantau yang amat sensitif, dan memberikan bantuan sepenuhnya demi memastikan segala matlamat dan polisi mereka akan tercapai di bahagian dunia yang amat penting ini. Walaubagaimanapun, aspirasi yang berteraskan kepada agama dan kepada Islam dan kehadiran masyarakat manusia di medan perjuangan telah merentap segala matlamat durjana tersebut, mereka telah berjaya menyekat kemaraannya.

Hari ini, kuasa global yang bongkak merasa tertekan di hadapan kebangkitan Islam ini. Anda telah berjaya, anda telah menang, masa depan bakal menjadi milik anda. Apa yang telah dilakukan setakat ini adalah sangat baik, namun ia masih belum sampai ke penghujungnya, dan ini adalah amat penting, ini adalah hanya permulaannya, ia baru sahaja bermula.Masyarakat Islam perlu meneruskan perjuangan mereka agar mereka akan mampu memusnahkan pihak musuh di arena yang berbeza.

Perjuangan ini adalah berlandaskan kepada aspirasi, kesungguhan dan kemahuan. Mana-mana pihak yang punya kesungguhan yang lebih teguh , akan menang. Pihak itu, yang hati-hati mereka bersandar sepenuhnya kepada Yang Maha Esa, akan mencapai kemenangan. “Jika Allah membantu kamu, maka tiada sesiapa yang mampu menewaskan kamu.” Jika kamu mendapat anugerah bantuan daripada Allah, tiada siapa yang akan menang ke atas kamu dan kamu akan terus mara. Kami mahukan negara-negara Islam yang membentuk masyarakat Islam yang besar untuk menjadi bebas, merdeka, dihormati dan tidak diaibkan, kami mahu agar mereka dapat menguruskan kehidupan mereka berasaskan kepada hukum-hakam Islam yang mulia dan juga progresif, dan Islam mampu membantu mereka. Mereka telah membantutkan pencapaian kita di bidang sains begitu lama sekali, mereka mencemar budaya kita dan merampas kebebasan kita. Namun, hari ini kita telah trersedar dari lena yang panjang. Kita akan merajai arena-arena saintifik satu demi satu.

Sewaktu Republik Islam ini ditubuhkan 30 tahun yang lalu, pihak musuh dengan yakin menyatakan bahawa Revolusi Islam telah menang, namun ia tidak akan mampu menguruskan bidang-bidang kehidupan yang asas dan akan runtuh dengan sendirinya.Namun begitu, hari ini para belia kami, terima kasih kepada Islam, telah berjaya mencapai kejayaan yang besar di dalam bidang sains yang mereka sendiri tidak pernah jangkakannya di suatu masa dahulu. Hari ini, hasil daripada kebergantungan mereka kepada Allah, para belia Iran telah berjaya mencapai kejayaan yang menakjubkan di dalam bidang sains. Mereka mengayakan uranium, menghasilkan dan membiakkan sel stem (stem cells), terus berkembang di dalam bidang bioteknologi, telah sampai ke angkasa lepas, semuanya dilakukan dengan bergantung sepenuhnya kepada Allah dan dengan slogan ‘ALLAH MAHA BESAR.”

Kita tidak seharusnya merendahkan keupayaan sendiri. Antara tribulasi terbesar yang telah ditimpakan oleh kebudayaan barat ke atas negara-negara Islam adalah dua ilusi yang palsu dan menyimpang. Salah satunya adalah menanam kepercayaan akan ke tidakmampuan umat-umat Islam, menjadikan mereka percaya bahawa mereka tidak mampu melakukan apa-apapun, samada di bidang politik, ekonomi dan sains. Mereka mengatakan, “anda amat lemah.” Kita di dalam negara-negara Islam telah kekal dengan pandangan yang salah ini selama puluhan tahun dan sentiasa ketinggalan. Kepercayaan kedua yang telah mereka tanam ke dalam diri kita adalah kekuatan dan kegagahan luar biasa yang diperolehi oleh pihak musuh. Oleh itu mereka menjadikan kita yakin bahawa Amerika tidak mampu ditewaskan, pihak barat tidak mampu diundurkan, dan kita terpaksa mengalah dan menerima apa jua nasib yang menimpa dalam konfrontasi dengan mereka.

Namun hari ini telah jelas kepada masyarakat Islam bahawa kedua-dua kepercayaan ini adalah tidak benar sama sekali. Negara-negara Islam mampu bergerak jauh ke hadapan, mereka mampu mengembalikan keagungan dan kehebatan umat Islam yang pernah berada di kemuncak kejayaan bidang sains, politik dan sosial sehingga pihak musuh terpaksa mengalah di dalam bidang-bidang ini.

Zaman ini adalah zamannya Islam. Zaman ini adalah zaman spiritual. Islam mengurniakan kepada umatnya rasional dan juga spiritual, Islam yang penuh dengan sifat rasional, Islam yang dinaungi dengan unsur renungan dan pemikiran, Islam yang diselubungi dengan sifat spiritual, Islam yang bergantung sepenuhnya kepada Allah, Islam yang punya nilai jihad, Islam yang penuh dengan daya usaha, Islam yang disertai dengan tindakan, kesemuanya adalah ajaran-ajaran yang diterapkan di dalam Islam.

Apa yang jelas hari ini adalah pihak musuh, yang sedang kalah di Mesir, Tunisia, Libya dan negara-negara lain di rantau ini, sedang berusaha merancang konspirasi-konspirasi baru. Setiap kita harus peka dengan perancangan mereka. Kita harus berwaspada agar mereka tidak mampu menceroboh revolusi rakyat ini dan meyimpangkan hala tujunya. Belajarlah dari pengalaman orang lain. Pihak musuh sentiasa berusaha untuk mensasarkan setiap revolusi itu dari hala tujunya yang sebenar, untuk meredakan semangat sebuah pergerakan, untuk menggagalkan cita-cita dan memperkecilkan darah-darah yang telah ditumpahkan, kita harus berwaspada, kita harus peka. Kamu para belia adalah nadi kepada gerakan-gerakan sebegini, berhati-hatilah.

Kami telah punya pengalaman yang banyak sepanjang 32 tahun yang lepas. Kami telah bertempur dengan pihak musuh selama 32 tahun, kami sentiasa menentang dan kami telah berjaya menewaskan mereka.Mereka tidak pernah gagal untuk melaksanakan apa jua bentuk perancangan ke atas kami. Namun mereka tetap gagal melakukan apa-apa, kerana mereka sebenarnya tidak mampu melakukaknnya. Mereka melakukan segala yang termampu namun setiap kali itulah mereka akan ditampar pada mulut dan ditewaskan. Selepas ini juga mereka akan tetap gagal berhadapan dengan Republik Islam ini. Ini adalah janji Allah kepada kami dan kami tidak sedikitpun meraguinya.

Kami tidak pernah ragu dengan kebenaran janji-janji Allah. Tidak pernah wujud rasa syak kami terhadap Allah, dan Allah tidak menyukai sesiapa sahaja yang meragui janji-janjinya, dan “Dia akan menghukum orang-orang munafik, lelaki dan wanita, dan lelaki dan wanita yang mempercayai leboh dari satu Tuhan, yang bersangka buruk terhadap Allah. Ke atas mereka adalah unsur kejahatan, siksaan Allah akan ditimpakan ke atas mereka. Allah telah melaknat mereka dan menyediakan buat mereka api neraka, dan sebuah perjalanan yang penuh dengan kesengsaraan.”

Janji-janji Allah adalah janji yang benar. Kami sudahpun terjun ke medan perjuangan, warga Iran telah menampilkan segala kemampuan mereka di pentas ini, oleh itu, janji-janji Allah ini adalah sesuatu yang pasti. Ia adalah sama di kesemua negara. Namun kita harus berhati-hati. Kita semua harus berhati-hati dengan tipu-daya musuh. Pihak musuh akan sentiasa mematikan pergerakan dan memarakkan api perpecahan.

Dewasa ini, pergerakan Islam tidak mengenal samada Syiah atau Sunnah, tidak membezakan antara Shafiee dengan Hanafi atau Jaa’fari atau Maliki atau Hambali atau Zaidi, tidak mengenal bangsa Arab, Parsi atau bangsa-bangsa yang lain.Dalam perjuangan ini, kesemua kita hadir bersama.Kita harus berusaha agar musuh gagal memecah-belahkan kita. Kita harus pupuk semangat persaudaraan dan menetapkan matlamat yang jelas. Matlamatnya adalah Islam. Matlamatnya adalah kerajaan Islam yang berasaskan kepada Al-Quran. Sudah tentu terdapat banyak persamaan dikalangan negara-negara Islam, dan wujud juga perbezaan. Tidak pernah wujud satu corak kehidupan yang sama di antara negara-negara Islam. Di negara yang berbeza, keadaan geografi, sejarah dan juga sosial adalah amat berbeza, namun di dalamnya tetap wujud prinsip yang sama, kita semua adalah musuh kepada kuasa bongkak dunia, kita membantah dominasi dan pemerintahan jahat pihak barat dan kesemua kita membantah kewujudan negara kanser Israel.

Di mana sahaja kita dapat merasakan bahawa apa yang dilakukan memberikan manfaat kepada Israel dan Amerika Syarikat, di situlah kita perlu lebih peka, kita perlu sedar bahawa tindakan sebegitu adalah tindakan pihak luar, pihak asing, yang tidak bermanfaat. Apabila sahaja terdapat tindakan yang bersifat Islam dan anti Zionis, anti kebongkakan, anti penindasan dan anti rasuah, di situlah kita perlu tahu tindakan tersebut adalah tindakan yang benar, di situlah letaknya sahabat-sahabat kita, kita adalah Syiah, kita adalah Sunni, kita berasal daripada negara itu dan ini. Tidak wujud perbezaan besar di situ, kita harus punya fokus pemikiran yang sama.

Contohnya apa yang boleh kita lihat pada hari ini, hampir kesemua pihak media di dunia cuba untuk mengasingkan para penduduk Bahrain dan kebangkitan di Bahrain. Apakah dakwaan mereka dalam isu ini ? Ini adalah sebuah isu Sunnah dan Syiah. Mereka mahu mencipta perpecahan, perbezaan dan garis sempadan. Tidak wujud banyak perbezaan antara umat Islam yang menganut mazhab yang berbeza.

Persamaan yang jelas antara mereka adalah Islam itu sendiri. Fokus utamanya adalah kepada kesatuan umat Islam. Kunci utama kepada penerusan dan kemenangan kebangkitan ini adalah dengan berseah sepenuhnya kepada Allah, keyakinan kepada Allah, kepercayaan kepada Allah serta mengekalkan perpaduan dan integriti.

Wahai para belia yang amat dikasihi, anak-anakku, berwaspadalah agar pihak musuh tidak akan menyekat kebangkitan kamu. Allah telah berfirman kepada Rasulullah saw sebanyak dua kali, “Oleh itu, berdiri dengan teguh (atas jalan kebenaran) sebagaimana yang diperintahkan kepada kamu.” Berdiri dengan teguh bermakna kita harus sentiasa menentang, berusaha, terus berjuang dan tidak akan sesekali berhenti. Itulah kunci utamanya.

Kita perlu terus mara. Kebangkitan ini adalah suatu pergerakan yang berjaya kerana ia punya masa depan yang cerah. Masa depannya adalah amat cerah. Akan tiba harinya di mana umat Islam, berbekalkan kuasa dan kekuatan Allah swt, akan dijulang ke puncak kekuasaan dan kebebasan. Umat Islam, dalam pada mereka mengekalkan nilai-nilai dan keistimewaan mereka serta berdiri di bawah sebuah panji yang akan membawa mereka ke arah Allah dan juga Islam, harus sentiasa bersatu. Melalui kesatuan inilah hanya akan umat Islam mencapai kegemilangannya.

Negara-negara kita mengandungi banyak sumber-sumber semulajadi, terletak di kawasan strategik, punya banyak kemudahan semulajadi, figur-figur yang luarbiasa, berbakat serta sumber tenaga manusia yang berdaya maju, kita perlu berusaha dengan kurniaan-kurniaan yang ada ini. Allah akan merahmati segala usaha ini, Insya Allah.

Saya perlu khabarkan kepada kamu bahawa masa depan bakal menjadi milik kamu, Dengan kuasa Allah swt dan dengan izinNYA, anda akan mampu mewariskan kejayaan ini ke generasi yang akan datang.

Salam sejahtera ke atas kamu beserta dengan rahmat dan keberkatan Allah swt.

Monday, January 30, 2012

Sejarah Keagungan Islam Hanya Penglipur Lara

Putra Jaya, 29 Jan 2070: Sejarah kehebatan Islam mengenai budaya tegur menegur hanya layak ada di dalam lipatan kitab, disyarah di bilik kuliah, sebagai kajian akademik dan penglipurlara sahaja agar sedap telinga mendengar, tidak lebih dari itu ditegaskan oleh Ketua Negara Malaya (KNM), Ashabul Fadilah Triple Tun Double Tan Sri Multi Dato Pujangga Setia Maharaja Maulana Syeikhul Pak Teh Aris Awang, ketika membentang kertas kerja di hadapan himpunan rakyat baru-baru ini.

"Sejarah Islam yang agung dan hebat itu sudah tidak sesuai lagi di amalkan dalam zaman kepesatan sains dan teknologi masakini, kerana setiap pemimpin sudah mempunyai kemampuan keilmuan yang cukup tinggi untuk menilai baik buruk sesuatu tindakan itu samada boleh atau tidak. Tidak ada siapa yang berhak memberi pendapat dan teguran, lebih-lebih lagi pemuda dan pemuda yang baru berumur belasan tahun." demikian tegas KNM dalam ucapannya menjelaskan tindakan suci beliau yang lebih suci dari undang-undang sedia ada, kerana undang-undang sedia ada mencatatkan ada ruang budibicara.

Tindakan beliau, telah tidak menggunakan ruang budibicara itu, kerana ingin lebih suci dan patriotik kepada negara dan memperli hat kebijaksanaan mentadbir, menurut Jabatan Peguam Malaya

Seterusnya Aris menjelaskan, "Kisah Saidina Umar Al-Khatab telah ditegur dengan pedang, bukan lagi boleh dicontohi kerana sekarang bukan zaman pedang, sebaliknya sekarang adalah zaman facebooker dan tweeter, sementara kisah seorang wanita yang membantah mengenai penetapan mahar oleh Saidina Umar juga sudah tidak releven, kerana sekarang bukan zaman dirham tetapi sudah zaman kad kredit"

Penegasan beliau, telah mendapat tepukan yang gemuruh dari seluruh hadirin.

"Seluruh rakyat harus yakin kepada saya, sebagai pemimpin saya sentiasa akan mengasihi rakyat, namun saya ingatkan seluruh rakyat mestilah menuruti kehendak saya dan pandangan saya. Jika tidak saya terpaksa menggunakan polis untuk demi ketenteraman semua rakyat yang saya kasihi, walaupun dalam perkara selunggok atau dua lunggok tanah.... ingat amaran saya ini! wahai rakyat yang di sayangi" laung Aris dengan penuh patriotik.

Hebat!!!... 7 juta rakyat bangun, mengangguk-nganggukkan kepala mereka secara serentak dan berirama menandakan persetujuan yang tidak berbelah bagi kepada pimpinan yang mereka sayangi dan hormati.

"Mereka pejuang hak asasi manusia kononnya, ingin kebebasan bersuara?. Nak kebebasan bersuara apa lagi... cukuplah dengan pandangan dari saya kerana saya amat mahir untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk kepada seluruh rakyat. Seluruh rakyat harus faham bahawa pandangan saya adalah pandangan negara, apabila pandangan negara maka ia wajib ditaati oleh rakyat yang disayangi" Lanjut Aris.

Sekali lagi rakyat bangun dan bertempik sekuat hati,

"Hidup Ashabul Fadilah Triple Tun Double Tan Sri Multi Dato Pujangga Setia Maharaja Maulana Syeikhul Pak Teh Aris Awang!

Hidup Ashabul Fadilah Triple Tun Double Tan Sri Multi Dato Pujangga Setia Maharaja Maulana Syeikhul Pak Teh Aris Awang!

Hidup Ashabul Fadilah Triple Tun Double Tan Sri Multi Dato Pujangga Setia Maharaja Maulana Syeikhul Pak Teh Aris Awang!


Tiba-tiba seorang seorang anak kecil yang akhirnya dikenali sebagai Idrus Alor Nan bangun membantah dengan melaung, "Hoi, Areh anak Tok Awang! hang merapu apa!!!!"

Badan anak kecil tersebut telah dikeronyok oleh orang ramai sehingga hancur... kerana cuba membantah pandangan pemimpin mereka yang dikasihi.

Setelah itu, papan kenyataan telah dikeluarkan diberbagai tempat oleh Kementerian Keselamatan Negara berbunyi. "WAJIB TAAT - JIKA TIDAK! MATI KERONYOK"

Sebagai halua telinga dan bahan renungan elok mendengar pandangan merapu Dr. Aziz Bari, yang perlu belajar lagi undang-undang daripada Ashabul Fadilah Triple Tun Double Tan Sri Multi Dato Pujangga Setia Maharaja Maulana Syeikhul Pak Teh Aris Awang.

Selamat menonton


Saturday, January 28, 2012

Apakah aku berjaya berlepas diri ketika di hadapan Mu Ya Allah???

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang berlaku zalim maka (kalau kamu berlaku demikian), api neraka akan membakar kamu, sedang kamu tidak ada sebarang penolong pun yang lain dari Allah. Kemudian (dengan sebab kecenderungan kamu itu) kamu tidak akan mendapat pertolongan. (Surah Hud: 113)

Kezaliman adalah satu kemungkaran.

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu anhu, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, hendaklah dia mengubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya), jika dia tak mampu, maka dengan lidahnya (menasihatinya), dan jika tak mampu juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju), dan demikian itu adalah selemah-lemah iman”. (Muttafaqun Alaih)

Oleh itu kepada yang tidak daya upaya, walaupun dengan hati untuk tidak senang dengan kezaliman - jangan mengeluarkan hujah yang meloyakan untuk mempertahankan kezaliman.

Tidak takutkah kita dengan amaran Allah, atas alasan kerana lebih takut kepada manusia atau apa-apa kononnya maslahah dunia!

Monday, January 2, 2012

Menghidupkan Spiritualiti Dalam Dunia Politik

Oleh: Ahmad Arif
Mantan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Aceh, Jakarta


Kehidupan politik di negeri ini sungguh kental dengan nuansa keglamoran dan sikap hedonisme. Para politikus pun tidak sungkan-sungkan untuk tampil parlente dan serba "wah" laiknya kaum selebritas. Mobil-mobil mewah tampaknya sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka. Inilah yang dikritik secara pedas oleh Busyro Muqadas, di penghujung masa jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Iding R Hasan, (Republika, 29/11/2011), Dosen Ilmu Politik Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta menegaskan, salah satu faktor kentalnya aroma ekonomi pada kehidupan politik di negeri ini adalah masuknya kalangan pengusaha ke dalam panggung politik. Inilah yang disebut dengan fenomena politik pengusaha.

Artinya, terdapat perkawinan kepentingan antara penguasa dan pengusaha. Partai-partai politik sebagai pemasok terbesar politikus umumnya sangat bergantung pada pengusaha bahkan sebagian besar kini berhasil dipimpin oleh pengusaha.
Maka, tidaklah mengherankan kalau pengusaha-pengusaha yang sudah terbiasa hidup dengan kemewahan membawa kebiasaannya tersebut ke dalam kehidupan berpolitik. Celakanya adalah para politikus yang tidak berlatar belakang pengusaha pun, perlahan tapi pasti, mulai terjangkiti kebiasaan hidup mewah tersebut. Bahkan terkadang lebih liar, binal, ba'al dan bebal serta berdasa muka.

Yang lebih menyedihkan lagi adalah ketika mereka melakukan berbagai cara ilegal, seperti KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) dan atau NKK (Nolongin Kawan-Kawan), demi memenuhi keinginan hidup bermewah tersebut.


Wara' dan Zuhud

Sebagai makhluk sosial manusia tidak pernah lepas dari perselisihan dan perdebatan. Penyebabnya bisa bermacam-macam, demikian juga dengan ujung perselisihan tersebut, ada yang berdamai, ada pula yang terus saling memusuhi. Jika mereka orang yang berakhlak mulia maka akhir permasalahan adalah kedamaian dan hikmah yang luar biasa, namun jika mereka orang-orang yang serakah dan sombong maka permasalahan yang sepele bisa berujung ke pertumpahan darah.


Menjaga diri dari keharaman (
wara' atau iffah) adalah hal yag sangat mulia. Oleh karena itu, sepatutnya sifat wara' menjadi perhiasan setiap muslim. Dengan memiliki sifat tersebut, hilanglah sifat serakah dan tama' terhadap urusan dunia. Pemilik sifat ini akan mendahulukan hak orang lain dari pada haknya sendiri, sehingga permusuhan, pertikaian dan saling membelakangi dapat dihindari dan akhirnya hati pun penuh dengan kedamaian.

Secara etimologi al-wara' menurut bahasa jika dikatakan, "wara'a yara'u war'an wa wara'an wa wari'atan." artinya menjaga dan menghindari dari hal-hal yang diharamkan kemudian digunakan juga untuk perbuatan menahan diri dari hal halal yang mubah. Pelakunya disebut wari'un atau mutawarri'un. Sedangkan secara terminologis, al-wara' artinya menahan diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan mudharat lalu menyeretnya kepada hal-hal yang haram dan syubhat.


Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya ada yang syubhat, manusia tidak banyak mengetahui. Siapa yangg menjaga dari syubhat, maka selamatlah agama dan kehormatannya. Dan siapa yang jatuh pada syubhat, maka jatuh pada yang haram." (HR Bukhari & Muslim).


Sikap wara' membuahkan zuhud. Zuhud berasal dari terminologi ilmu tasawuf yang berarti tidak tertarik terhadap sesuatu atau meninggalkannya. Dalam hal ini, meninggalkan kehidupan duniawi demi mengejar kehidupan ukhrawi. Sebagian sufi ada yang ekstrem memaknai zuhud dengan sama sekali meninggalkan dunia, bahkan sebagian dari mereka menyebutkan bahwa "dunia merupakan penjara bagi orang-orang beriman." Dengan demikian, kalau orang masih terikat kehidupan duniawi, sulit baginya untuk mencapai kehidupan ukhrawi yang lebih baik.


Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), dalam karyanya Tasawuf Modern Perkembangan dan Pemurniannya (1939), menjelaskan bahwa zuhud adalah tidak ingin atau tidak demam terhadap dunia, kemegahan, harta benda, dan pangkat. Artinya, seorang pelaku zuhud tidak berarti meninggalkan sama sekali dunia, namun hatinya tidak demam atau tidak terikat pada dunia.


Hamka menegaskan bahwa pelaku zuhud menerima kemiskinan sebagaimana halnya ia menerima kekayaan. Saat ia mendapatkan kekayaan yang berlimpah ruah, ia tetap ingat akan kehidupan ukhrawi, sama seperti ia berada di dalam kemiskinan. Dengan kata lain, ia tidak sampai dikuasai atau diperbudak oleh hartanya, tetapi justru dialah yang menguasai hartanya tersebut untuk dimanfaatkan dalam kebaikan dan sesuai dengan proporsinya.


Urgensi Wara' dan Zuhud Politik


Di tengah gaya hidup hedonis-kapitalistis yang tengah menjangkiti kehidupan para politisi dan pejabat di negeri ini, gaya hidup wara' dan zuhud tampaknya memberikan tawaran yang mencerahkan. Tentu saja ada banyak manfaat atau hikmah yang dapat mereka peroleh jika, setidaknya, semangat wara' mampu diejawantahkan dalam kehidupan politik mereka.

Paling tidak ada tiga hal yang menjadikan urgen bersikap wara' dan zuhud dalam berpolitik.

Pertama, kalau para wakil rakyat dan pejabat publik mampu menerapkan wara' dan zuhud dalam kehidupannya, tentu ini akan menjadi teladan yang baik bagi rakyat. Salah satu problem akut bangsa ini adalah krisis keteladanan dari para pemimpin. Rakyat seakan sulit sekali menemukan sesuatu yang dapat mereka teladani dari para elite politik dan pemimpin negeri.


Argumen salah seorang anggota dewan yang mengatakan, "Apa salah saya memiliki mobil mewah? Toh saya membelinya dengan uang sendiri, bukan korupsi," agaknya memperlihatkan krisis keteladanan tersebut. Dia barangkali atau pura-pura tidak menyadari bahwa sebagai seorang elite, terlebih sebagai yang mewakili rakyat, perilakunya tersebut dapat memberikan pengaruh pada mereka. Kalau mereka hidup bermewah-mewah sebenarnya mereka sedang memberikan contoh gaya hidup seperti itu kepada rakyat.


Kedua, orang yang mampu menerapkan wara' dan zuhud di dalam kehidupannya akan mampu membangun empati sosial terhadap orang-orang yang menderita. Gaya hidup wara' dan zuhud sangatlah mendukung pekerjaan para wakil rakyat dan pejabat publik. Sejatinya, mereka bekerja semata-mata untuk memperjuangkan nasib dan aspirasi rakyat. Maka, jika mereka hidup bermewah-mewah tentu tidak akan merasa nyaman ketika berhadapan dengan rakyat yang sedang mereka perjuangkan karena terdapat kesenjangan yang demikian menganga.


Ketiga, pelaku wara' dan zuhud tidak menemukan kenikmatan hidup pada perolehan materi yang berlimpah, tetapi pada bagaimana ia berbagi kepada orang lain dengan hartanya tersebut. Ia mampu mengendalikan hartanya, tidak sebaliknya, harta yang mengendalikannya. Baginya, hidup dengan mencukupi semua kebutuhannya sudah dianggap baik, sekalipun tidak semua keinginannya terpenuhi.
Para politikus yang memiliki semangat wara' dan zuhud di dalam jiwanya tentu tidak akan mengukur keberhasilannya dengan kepuasan materi yang di dapatnya selama menjabat. Tetapi, bagaimana ia mampu menjalankan amanahnya tersebut dengan baik dan mendapatkan harta sesuai dengan hak yang semestinya ia peroleh. Dengan demikian, mereka tidak akan menghalalkan segala cara demi memperoleh harta tersebut.

Spiritualitas Dunia Politik


Realitas politik praktis yang berlangsung saat ini, jauh dari kehidupan spiritual. Politik sampai saat ini masih lebih dominan dimaknai ala Harold Lasswell; siapa mendapatkan apa, kapan dan bagaimana. Dengan kata lain, ujung dari gerak politik adalah bagaimana memperoleh dan mempertahankan kekuasaan.


Sekarang ini jarang orang berbicara tentang politik sebagai pengalokasian nilai-nilai (allocation of the values) atau seperti yang ditekankan ilmuwan politik klasik semacam Plato mengenai kebaikan bersama. Politik dalam maknanya seperti ini justru bisa menekankan masalah komitmen bersama untuk mendistribusikan nilai-nilai keadilan, kebaikan, dan sebagainya.


Dalam konteks inilah, politik sesungguhnya bisa menampilkan aspek spiritualitasnya sehingga tidak terasa kering. Wara' dan zuhud sebagai salah satu konsep yang berasal dari khazanah tasawuf bisa menjadi salah satu pembangkit spiritualitas politik tersebut.


sumber

Friday, December 23, 2011

Sajak anak Dr. Yusof Qaradhawi 2004

Saya Tiada Apa-Apa... untuk Hilang



Saya telah tiada apa-apa di sini ... untuk merasa kehilangan ...
di tanah air sendiri, tulang telah hancur berkecai ...
Penguasa hidup mewah dikelilingi oleh penjilat
sombong takbur ...
Dan orang-orang yang hidup kelaparan di tanah perkuburan ...
seolah-olah kebuluran telah biasa ...
nasib mereka telah ditetapkan oleh Allah ...
seolah-olah kelaparan untuk mereka selama-lamanya ...
sebagai satu syarat untuk menerima keampunan ...

***
Saya tiada
punya apa-apa jua untuk menggigil ketakutan ... untuk merasa kehilangan ...
di tanah air yang telah dilingkungi pagar ...
Kami, kumpulan itu, telah melarikan diri dari singa dalam seluruh kehidupan kami!
Fakta-fakta yang merosakkan telah beku di dalam fikiran saya ...
Maruah diri saya?
Roti telah direbut dari tangan saya ...
Kesihatan saya ...?
Telah dibazirkan melalui kesengsaraan ...
Dan keagungan penguasa dalam kemewahan ...
Tongkat penguasa telah dihiasi dengan seribu berlian ...

Saya telah tiada apa-apa di dalam almari saya ... untuk merasa kehilangan ...
Bakat saya?
Telah dikuasai oleh pengaruh televisyen ...
Belia ... Separuh daripada kekuatan mereka adalah biasa ...
Dan separuh lagi ... dadah ...
Dan kemanusiaan saya ...
Telah diinjak oleh kenderaan berantai Sultan ...
Meraikan kekalahannya ...
Beliau telah memberitahu mereka kemenangan atas kekalahan ...
Dan jika saya mengucapkan satu ayat, saya akan memberitahu:
"Tidak perlu bersuara dengan suara pembohongan dan mustahil ..."!!

***
Saya telah tiada apa-apa di dalam perpustakaan saya ... untuk merasa kehilangan
Semua yang saya telah kumpul ...
telah dibakar di dalam musim sejuk ...
Apabila ia sukar untuk mencari alat pembakar ...
Dan dia yang mencuri kebebasan saya ... dan seketul roti ...
Mahu saya mengucapkan terima kasih kepada beliau ...!!
Saya memberitahu orang-orang bersenjata yang bodoh:
Maafkan saya ...
Beritahu Sultan
rahsia kebodohannya ...
Jika dia hendak merungut, menangislah kepada bulan ...
Sejak undi palsu yang membawanya ke istana ...
Beritahu kebodohan
Sultan secara terbuka ...
Tentu saya akan ditahan - walaupun tindakan itu sehina lubang dubur ...!!

***
Saya tiada
punya apa-apa yang bernilai, untuk merasa kehilangan ...
Dalam tanah air yang telah dirampas kebahagiaan saya ...
Telah membuat anak-anak muda dipaksa menelan kurikulum yang dibangunkan dalam kemunduran ...
Mempunyai sejarah yang diputarbelit ...
Dan masa depan yang ia janjikan ...
telah menjadi sebagai pembunuhan beramai-ramai ...
Ia telah membenarkan pelacuran menyapu
Tiap-tiap rumah dan masjid ...
berikutan rancangan yang dianjurkan ...
Dan saya masih menentang kezaliman ...
Dengan pena bulu ayam ... dan bekas dakwat ... !!!!!

Kaherah
23 Ogos 2004
04:00

sumber: web Abd Rahman Yusof Al-Qaradhawi, klik disini untuk sajak original