Saturday, July 28, 2012

ISLAM BENCI MERREKA YANG MALAS BEKERJA !!!

Untuk menempuh jalan hidup dengan sebaik-baiknya, seseorang haruslah memiliki program dan rencana-rencana yang telah tersusun dengan baik dan benar. Para pakar pentadbiran dan pengurusan mengatakan bahwa setiap program haruslah terdiri atau mengandung tiga tahap atau bagian. Pertama, mengenal fasiliti dan batasan-batasan yang ada. Kedua, menentukan tujuan-tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Ketiga, memilih metode terbaik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
 
Sebagai pemberi program dan petunjuk sempurna bagi kehidupan manusia, agama Islam sangat menekankan masalah pengaturan dan penyusunan program hidup manusia. Saidina Ali ra berkata, "Wahai manusia, kehidupan dunia yang dijalani tanpa aturan dan program yang baik, tidak akan memberikan kebaikan sedikit pun." Dalam ucapannya yang lain, Saidina Ali as menekankan agar setiap orang membagi-bagi waktunya, masing-masing untuk pekerjaan dan tugas tertentu. Sehingga dengan demikian, semua pekerjaan dan tugas akan dapat dilaksanakan dan mendatang keuntungan sebaik-baiknya.
 
Seorang muslim yang telah menyusun waktu hidupnya dengan baik, akan memastikan membahagikan dan menyusun pekerjaan serta tugas-tugasnya berdasarkan keutamaannya. Artinya, ia pasti akan mendahulukan dan memperhatikan dengan baik pekerjaan-pekerjaan yang lebih penting, dan tidak akan membiarkan waktunya habis untuk pekerjaan dan tugas-tugas yang tidak penting. Ia akan memahami, sebagaimana diajarkan oleh al-Quran, bahwa setiap orang bergantung kepada usaha dan kerjanya sendiri; dan seseorang tidak akan memperoleh apa pun kecuali yang ia kerjakan.
 
Seorang muslim adalah orang yang giat bekerja dan berusaha dengan motivasi dan semangat tinggi; karena ia menyadari bahwa menganggur dan malas bekerja, tidaklah sesuai dengan kepribadiannya sebagai seorang manusia. Dan oleh karena memiliki semangat kerja yang tinggi, yang dilandasi pula oleh iman dan tawakkal kepada Allah Swt, maka kegagalan apa pun dalam usaha, tidak akan membuatnya berputus asa. Semangat kerja yang dilandasi oleh iman dan tawakkal inilah yang membuat umat Muslimin di masa lalu berhasil mencapai kejayaan dan kegemilangan besar.
 
Dalam sejarah disebutkan bahwa seorang muslim meninggalkan seluruh pekerjaan dan usahanya sehari-hari, dan memusatkan seluruh waktu siang malamnya hanya untuk beribadah, berdoa dan bermunajat kepada Allah Swt. Ulamak Muktabar yang juga Cicit Rasulullah saw, Imam Jaafar Shadiq ra (17th Rabī‘Awwal 83 H – 25th Shawwāl 148 H), ketika mendengar berita tentang orang ini, menyatakan kekesalan dan kekecewaannya, lalu berkata, "Tidakkah orang itu mengetahui bahwa seseorang yang tidak pernah berusaha dan bekerja, doanya tidak akan dikabulkan?"

Janganlah hanya kerana tidak makan di siang Ramadhan kita menjadi malas dan lemah bekerja, lebih-lebih lagilah diluar bulan Ramadhan kerana  suatu hari seseorang bertanya bertanya kepada Aristoteles* (384 SM – 322 SM), "Mengapa Anda sedikit sekali makan?" Dia menjawab, "Aku makan sekedar untuk tetap hidup. Adapun sebagian orang merasa bahwa hidup adalah untuk makan, sehingga ia makan dalam jumlah banyak. Akan tetapi orang yang banyak makan, tidak akan pernah menjadi manusia yang cerdas dan pandai."

Namun hampir setiap mereka yang bersekolah mengenali siapakah Aristoteles yang kurang makan itu dalam hasil kerja beliau dalam berbagai cabang ilmu. 


Oleh itu, tiada alasan malas bekerja dengan alasan sedang berpuasa. Islam benci manusia yang malas bekerja, dan lebih benci lagi apabila dinisbahkan pula alasan itu kepada sedikit makan sebagai menutup kemalasannya sendiri!
 
Siapakah Imam Jaafar Sadiq ra. klik sini

Siapa Aristoteles klik sini 

Disesuaikan dari artikel disini
 

5 comments:

Anonymous said...

Dasar Islam benci mereka yang malas bekerja menyebabkan PAS kalah teruk di Terengganu tahun 2004. Kakitangan awam Terengganu memboikot PAS kerana PAS cuba bawa reformasi untuk menambahbaik perkhidmatan awam

Aris Awang said...

Rasanya kurang tepat fakta yang diberi oleh 'Anonymous', adalah tidak menasabah perkara baik dibenci oleh kakitangan awam dimana-mana dunia pengurusan pun.

Postmortem punca utama kekalahan PAS Terengganu 2004 ialah penipuan daftar pemilih (penambahan pengundi yang begitu mendadak) serta beberapa sebab lain yang tiada berkaitan pun dengan Dasar Rajin Bekerja Menurut Tuntutan Islam

Lebih jelas komen 'Anonymous' secara tak sedar telah menghina Kakitangan Awam Terengganu sebagai pemalas! Semoga tidak bermaksud begitu di bulan Ramadhan yang mulia.

Tulisan tersebut sebenarnya saya tujukan kepada saya sendiri dan sanak keluarga, serta sahabat dalam sektor bekerja sendiri untuk terus rajin bekerja mencari rezeki Allah,walaupun dalam keadaan lapar dan dahaga.

Sekian harap maklum.

Anonymous said...

permasalahannya bukan masalah malas yang di hadapi kaum mukmin,,,tapi karena mereka di batasi dan jadwal yang sedikit untuk shalat berjema'ah,contohnya ketika zhuhur yang mepet jam 12 siang baru istirahat.dan tak sempat rawatib,,selesai shalat tidak ada lagi waktu untuk berbaring baring barang sekejap di mesjid karena harus segera santap siang,,habis tu kerja lagi..itu yang bikin ane pusiiing,,belum lagi ketika masuk shalat ashar,,rasanya menyiksa.sungguh sulit menegakkan shalat jika dunia telah dikuasai kafir.

Mul Yadi said...

Iyeh bener banget

Rani said...

Gejala Infeksi Virus Hpv | Maksud Virus Hpv | Obat Dokter Penyakit Jengger Ayam | Ciri Virus Hepatitis B | Cara Menyembuhkan Hpv Pada Pria