Monday, October 22, 2012

KUPASAN FALSAFAH HAJI OLEH TIMPRES PAS



Dalam Kuliah Bulanan beliau kali ini Hj Mohamad Sabu, Timpres PAS telah mengupas Falsafah Ibadah Haji pada 17 Oktober 2012 yang lalu bertempat di Madrasah Al-Hasaniah, Tambak Bunga, Alor Setar Kedah. Kuliah bulanan beliau ini telah berjaya diadakan sejak 4 tahun yang lalu sehingga sekarang setiap bulan.

Beliau menegar perlu mencontohi Nabi Ibrahim as. membawa balik Nabi Ismail as., membuang Firaun, Qarun dan Bal'am dari hati mereka yang pulang dari mengerjakan Haji. Bagaimana caranya???

Sila klik klip video di bawah untuk berkongsi mendengar bagaimana caranya yang disampaikan oleh beliau:-


PART 1



PART 2



PART 3



PART 4


Thursday, October 18, 2012

SIAPAKAH BAL'AM BIN BA'URA MODERN?


SURAH AL A’RAAF

سُوۡرَةُ الاٴعرَاف
وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ ٱلَّذِىٓ ءَاتَيۡنَـٰهُ ءَايَـٰتِنَا فَٱنسَلَخَ مِنۡهَا فَأَتۡبَعَهُ ٱلشَّيۡطَـٰنُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡغَاوِينَ (١٧٥) وَلَوۡ شِئۡنَا لَرَفَعۡنَـٰهُ بِہَا وَلَـٰكِنَّهُ ۥۤ أَخۡلَدَ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ وَٱتَّبَعَ هَوَٮٰهُ‌ۚ فَمَثَلُهُ ۥ كَمَثَلِ ٱلۡڪَلۡبِ إِن تَحۡمِلۡ عَلَيۡهِ يَلۡهَثۡ أَوۡ تَتۡرُڪۡهُ يَلۡهَث‌ۚ ذَّٲلِكَ مَثَلُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَـٰتِنَا‌ۚ فَٱقۡصُصِ ٱلۡقَصَصَ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ (١٧٦) سَآءَ مَثَلاً ٱلۡقَوۡمُ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَـٰتِنَا وَأَنفُسَہُمۡ كَانُواْ يَظۡلِمُونَ (١٧٧  
  
175. Dan bacakanlah kepada mereka (Wahai Muhammad), khabar berita seorang Yang Kami beri kepadanya (pengetahuan mengenai) ayat-ayat (Kitab) kami. kemudian ia menjadikan dirinya terkeluar dari mematuhinya, lalu ia diikuti oleh Syaitan (dengan godaannya), maka menjadilah dari orang-orang Yang sesat.

176. Dan kalau Kami kehendaki nescaya Kami tinggikan pangkatnya Dengan (sebab mengamalkan) ayat-ayat itu. tetapi ia bermati-mati cenderung kepada dunia dan menurut hawa nafsunya; maka bandingannya adalah seperti anjing, jika Engkau menghalaunya: ia menghulurkan lidahnya termengah-mengah, dan jika Engkau membiarkannya: ia juga menghulurkan lidahnya termengah-mengah. Demikianlah bandingan orang-orang Yang mendustakan ayat-ayat kami. maka ceritakanlah kisah-kisah itu supaya mereka berfikir.


177. Amatlah buruknya bandingan orang-orang Yang mendustakan ayat-ayat kami, dan mereka pula berlaku zalim kepada diri merela sendiri.

 
KISAH DARI AYAT

Nabi Muhammad S.A.W. diperintahkan Allah menceritakan kisah seorang Ulama’ yang juga Wali Allah bernama Bal’am ibnu Ba’ura dari kalangan Bani Israel yang hidup di zaman Nabi Musa aliahissalam yang sangat mustajab doanya.


Dia termasuk salah seorang yang diberi ilmu tentang Ismul A’zham (Nama Allah Yang Paling Agung). Setiap kali menyampaikan kuliah, seramai 12 ribu ulama’ menimba ilmu agama darinya.

Menurut ulama tafsir yang diambil dari ‘Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengisahkan:

Ketika Nabi Musa ‘alaihissalam datang ke Kan’aan, Syam (Syria) bersama para pengikutnya, para kerabat dan sepupu Bal’am datang menemui Bal’am lalu berkata: “Musa itu orang yang tiada tolak ansur dan mempunyai pasukan yang besar. Jika dia memasuki negeri kita tentulah dia akan memusnahkan kita. Engkau adalah seorang yang diterima doa oleh Allah. Maka berdoalah kepada Allah menurunkan keburukan kepada Musa beserta pasukannya.”


Kata Bal’am: “Sesungguhnya, jika aku berdoa kepada Allah agar menghalau Musa dan orang-orang yang bersamanya, tentulah dunia dan akhiratku hilang.”


Tapi mereka terus menerus memujuknya hingga diapun menuruti permintaan mereka. Dikisahkan, setiap kali dia mendoakan keburukan terhadap Nabi Musa dan pasukannya, maka doa itu menimpa Bal’am dan orang-orang yang memujuknya. Begitulah seterusnya.

Menyedari hal itu, merekapun bertanya, "Mengapa engkau mendoakan keburukan terhadap kita?
 

Bal'am menjawab “Sebenarnya, setiap kali aku mendoakan keburukan terhadap Musa dan pengikutnya, tidak dikabulkan doa aku. Jangan bimbang sekarang aku akan tunjukkan kepada kamu satu hal yang semoga dapat membinasakan mereka. Sesungguhnya Allah membenci perzinaan, dan kalau mereka jatuh dalam perbuatan zina, nescaya mereka pasti binasa, dan aku berharap Allah menghancurkan mereka." jawab Bal'am.

Bal'am memberi arahan, "Keluarkanlah para wanita cantik menggoda mereka. Kerana mereka itu para musafir, mudah-mudahan mereka terjerumus dalam perzinaan lalu binasa.”

Setelah sebahagian besar Bani Israel pengikut Nabi Musa terjerumus dalam perbuatan zina, Allah Subhanahu wa Ta’ala kirimkan wabak tha’un sehingga menewaskan 70 ribu orang dari mereka.

Ringkas cerita, Bal’am ibnu Ba'ura walaupun berilmu tinggi telah terbujuk kepada kehendak manusia jahat kerana diperdaya oleh syaitan berupa manusia dan jin  sehingga tergamak menentang Nabi Musa as. dan akhirnya di tempelak oleh Allah swt seperti ayat 75 di atas iaitu:-

"Kami tinggikan pangkatnya dengan (sebab mengamalkan) ayat-ayat itu, tetapi ia bermati-mati cenderung kepada dunia dan menurut hawa nafsunya; maka bandingannya adalah seperti anjing, jika Engkau menghalaunya: ia menghulurkan lidahnya termengah-mengah, dan jika Engkau membiarkannya: ia juga menghulurkan lidahnya termengah-mengah"

Gambar Hiasan

Adakah sikap dan perangai anjing Bal'am bin Ba'ura kembali menjelma? 

Awasi, renungi, kaji, teliti, fahami, berdoa dan bertindaklah semoga kita terus berada di Sirothal Mustaqim dan berjaya mengenali dan menghapuskan Bal'am bin Ba'ura yang sentiasa berusaha menghancurkan perjalanan Gerakan Islam dengan berbagai strategi dan taktik.

Sunday, September 30, 2012

KEBIJAKSANAAN MENGENDALI LAWAN ERA GLOBALISASI

David Ignatius, seorang kolumnis di Washington Post menulis gaya  Ahmadinejad ketika diwawancara oleh media Amerika Syarikat ketika menghadiri sidang PBB baru-baru ini dilihat sebagai bergaya "Bob-and-Weave". 

Boleh menonton wawancara tersebut diklip di bawah:-

 

Saya (Dina Y. Sulaeman) cuba mencari apakah maksud "Bob-and-Weave", ternyata berkaitan dengan tinju. Seorang petinju yang bergaya "Bob-and-Weave" akan bergerak dari sisi ke sisi, dari belakang ke depan, untuk menghindari pukulan lawannya dan membuat lawannya kehilangan keseimbangan. 

Benar, dengan gayanya itu Ahmadinejad berhasil membuat host sekelas Piers Morgan tampak seperti badut (Pak Lawak) karena ditertawakan oleh penonton; setidaknya, oleh saya (Dina Y. Sulaeman) yang memang berkali-kali tertawa saat menyaksikan rakaman wawancara Ahmadinejad di CNN tanggal 24 September lalu.

Sejak awal, Ahmadinejad sudah memperlihatkan ‘kelas’-nya, kerana apabila sahaja wawancara dimulai, Morgan terus mengajukan pertanyaan intimidatif (tekanan), “Banyak orang Amerika Syarikat melihat Anda sebagai musuh publik nombor 1. Bagaimana perasaan Anda atas hal ini?”


Ahmadinejad sama sekali tidak terintimidasi, bahkan terlihat menahan senyum. Dia menjawab tenang dengan diawali basmalah dan doa, “Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma… Selamat pagi. Saya menyampaikan salam kepada semua rakyat Amerika Syarikat yang mengagumkan dan seluruh mereka yang menyaksikan program Anda. Kalaupun Anda punya kebencian terhadap saya, jangan hasutkan kepada orang lain di Amerika Syarikat. Kami mencintai seluruh rakyat Amerika Syarikat dan rakyat Iran mendoakan kedamaian dan stabiliti bagi seluruh dunia.”

Selanjutnya, Morgan mengajukan pertanyaan yang tidak penting; tapi berhasil dijawab dengan kalimat yang bermakna dalam (penting) bagi seluruh manusia.

Morgan bertanya, “Anda datang untuk berpidato di PBB. Banyak yang menilai bahwa ini adalah pidato terpenting dalam hidup Anda. Apa pendapat Anda?”

Ahmadinejad menjawab, “Tidak, ini tidaklah pidato terpenting dalam hidup saya. Tapi saya berpendapat bahwa seluruh saat hidup manusia itu penting bagi manusia itu sendiri, karena waktu yang berlalu tidak akan dapat kembali. Semua saat dalam hidup manusia itu penting…”

Morgan lalu berusaha menjebak dengan pertanyaan, “Saat ini sedang terjadi gelombang protes di Timur Tengah atas isu video yang menghina Nabi Muhammad. Sebagai hasilnya, terjadi penyerangan terhadap kedutaan Amerika Syarikat, termasuk pembunuhan terhadap Duta Amerika Syarikat di Libya. Apa Anda mengutuk penyerangan yang menjadi penyebab pembunuhan ini?”

Dengan cerdas Ahmadinejad membalikkan sudut pandang terhadap topik ini, “Pertama, kami mengutuk segala bentuk aksi provokatif yang menyinggung pemikiran dan perasaan keagamaan rakyat  sebagaimana kami juga mengutuk segala bentuk ekstrimisme. Tentu saja, apa yang sudah terjadi adalah buruk; menghina Nabi Suci adalah sangat buruk. Ini tidak ada hubungannya dengan kebebasan berbicara. Ini adalah bukti dari penyelewengan kebebasan dan di banyak tempat dan ini termasuk sebagai jenayah; hal ini tidak seharusnya terjadi… Tapi kami juga berpendapat bahwa masalah ini harus diselesaikan dalam atmosfera kemanusiaan dan tidak sampai melenyapkan nyawa manusia…”

Morgan masih terus mengejar, “Para demonstran di Timur Tengah mengancam para staf kedutaan Amerika Syarikat, Mereka mengancam membunuh [staff kedutaan itu]. Apa Anda pikir seharusnya mereka menghentikan [perilaku] hal ini?”

Ahmadinejad menjawab, “Saya tidak boleh mengatur apa yang harus dilakukan rakyat dii negara lain. Tapi saya percaya bahwa ekstrimisme akan melahirkan ekstrimisme lainnya. Mungkin jika ahli politik Barat mengambil posisi yang tepat dalam menangani keadaan ini, saya pikir kondisi akan membaik. Kerana sebagian besar umat manusia tidaklah menginginkan ketegangan dan konflik.”
 
Morgan sempat terjebak oleh pertanyaan dan sikapnya sendiri ketika membahas Holocaust. Morgan berkata, “Apakah Anda percaya bahwa Holocaust terjadi? Banyak orang Yahudi yang menilai Anda sebagai orang yang menganggap  tragedi ini tidak pernah terjadi.”
Ahmadinejad malah menjawab dengan pertanyaan lagi, “Ada dua pertanyaan yang selama ini sudah saya ajukan terkait Holocaust tapi tidak ada yang memberikan jawaban kepada saya.  Pertama, mengapa di Eropah ada larangan untuk melakukan penelitian terhadap Holocaust, bahkan peneliti Holocaust dipenjarakan?”

Morgan memotong kalimat Ahmadinejad.  Ahmadinejad dan Morgan sempat beberapa detik bicara bersamaan, tapi Ahmadinejad kemudian memilih diam sampai Morgan selesai bicara. Morgan berkata, “Sudah sangat banyak penelitian terkait Holocaust. Ini adalah kejadian yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Ada 6 juta Yahudi yang terbunuh dalam kejadian itu. Apa Anda meragukan fakta ini?”
Ahmadinejad  balik bertanya, “Apa Anda percaya pada kebebasan berpikir dan kebebasan ide?” Morgan menjawab, “Saya percaya pada data.”

Ahmadinejad mengejar, seolah kini dialah yang jadi host, “Apa Anda percaya pada kebebasan untuk meneliti?”

Morgan menjawab lagi dan mereka berdua saling bertabrakan bercakap. Ahmadinejad berusaha terus mengejar Morgan dengan pertanyaan soal kebebasan untuk melakukan penelitian, sementara Morgan berkali-kali bertanya, “Apa Anda percaya ada 6 juta Yahudi tewas akibat Holocaust?”

Morgan terus-terang berkata bahwa ia ingin jawaban “yes or no” . Tentu saja, bukan Ahmadinejad namanya kalau ia terpancing dan menjawab sesuai keinginan Morgan. 

Terakhir, Ahmadinejad dengan senyum dikulum malah menasehati Morgan, bahwa etika menjadi host hendaklah menunggu sampai  orang yang diwawancarai selesai menjawab, bukannya terus-menerus menyelit demi mendapatkan jawaban yes or no. Morgan terlihat malu dan meminta maaf atas ‘impertinence’ [kekurang ajaran] yang dilakukannya dan mempersilakan Ahmadinejad menjawab sesuai keinginan. Sebelum menjawab panjang lebar, Ahmadinejad melanjutkan nasihatnya sambil terus tersenyum, “Tapi Anda tidak bisa memaksa saya menjawab dengan jawaban yang Anda anggap sebagai jawaban yang tepat”

Soalan homoseksual, lagi-lagi Morgan kena batunya. Awalnya Morgan menyindir, “Anda bicara soal kebebasan. Tapi di Iran homoseksual dilarang, anak gadis dilarang main ski. Kebebasan macam apa ini?”

Ahmadinejad menjawab, “Anda mencampuradukkan beberapa hal sekaligus. Anak gadis dilarang main ski di Iran? Siapa yang memberitahu itu pada Anda? Inilah pertama kali saya mendengarnya, itu pun dari Anda.” (Ahmadinejad tertawa di akhir kalimatnya)

Ketika dikejar soalan homoseksual (Morgan menanyakan, ‘Anda percaya bahwa ada manusia yang dilahir sebagai homoseks?’), Ahmadinejad menjawab, “Masalah di dunia ini jauh lebih besar daripada masalah apakah seorang gadis boleh main ski atau tidak…[lalu bercerita tentang kemiskinan di Amerika Syarikat, penjajahan, dll]

Morgan terus mengejar, Ahmadinejad tak jua terpancing, dan akhirnya host CNN itu  bertanya, “Kalau anak Anda ternyata homoseks apa yang akan Anda lakukan?”

Tanpa terpancing emosi, Ahmadinejad bicara soal perlunya pendidikan yang tepat dan sistem politik yang harus direformasi [demi mengatasi masalah homoseksual]. Beliau menegaskan “Meskipun Anda atau kelompok Anda menganggap perilaku buruk itu sebagai sesuatu yang baik, Anda tidak boleh memaksa negara-negara lain atau kelompok lain untuk memberikan pengakuan yang sama. “

Terakhir, Morgan bertanya, “Berapa kali dalam hidup Anda, Anda jatuh cinta?”

Ahmadinejad menjawab sambil tertawa, “Saya mencintai semua manusia. Tentu saja yang paling saya cintai adalah keluarga saya.”

Morgan yang sepanjang wawancara terlihat tegang, kali ini tertawa lebar dan menyebut jawaban Ahmadinejad sebagai ‘best answer’.

Tak heran bila David Ignatius juga menyebut Ahmadinejad sebagai sosok yang punya kepercayaan diri tanpa henti (unrelenting self-confidence) dan menurutnya, inilah penyebab Ahmadinejad selama ini mampu bertahan di tengah kerencaman politik dalam dan luar.

Sumber asal artikel Dina Y. Sulaeman 
*Pakar Hubungan Internasional Universiti Padjadjaran, Research Associate Global Future Institute

Ulasan David Ignatius, Kolumnis Washington Post

Wednesday, September 26, 2012

الحكمة ضالة المؤمن فحيث وجدها فهو أحق بها

"Kebijaksanaan adalah seperti barang tercicir bagi umat Islam, lalu dimana umat Islam menjumpai kebijaksaan, maka merekalah yang paling layak untuk mengambilnya" *

Oleh itu:-
  1. Belajarlah dari Jepun walaupun majoriti rakyatnya beragama Shinto
  2. Belajarlah dari Thailand walaupun majoriti rakyatnya beragama Budha
  3. Belajarlah dari England walaupun majoriti rakyatnya beragama Kristian
  4. Belajarlah dari China dan Cuba walaupun majoriti rakyatnya berfahaman Komunis
  5. Belajarlah dari Amerika Syarikat walaupun majoriti rakyatnya berfahaman Kapitalis
  6. Belajarlah dari Rusia walaupun majoriti rakyatnya berfahaman Sosialis
  7. Belajarlah dari India walaupun majoriti rakyatnya beragama Hindu
  8. Belajarlah dari Switzerland walaupun ramai rakyatnya tiada agama
  9. Belajarlah dari Iran walaupun majoriti rakyatnya bermazhab Syiah
Kita tidak gusar akan terpengaruh atau mengambil ajaran dan pegangan mereka secara semberono, namun kita bijak menggarap kebijaksanaan mereka disegi siasah, sains teknologi, ekonomi, pengurusan, tatacara kemasyarakatan, hubungan antarabangsa, sistem pendidikan, pencapaian inovasi, displin kajian saintifik, falsafah, sejarah dan seumpamanya demi kemajuan umat Islam.  

Buanglah sikap pesimis!

Apakah ciri seorang berfahaman pesimisma?

Pesimisma adalah fahaman yang menganggap bahwa segala sesuatu yang ada pada dasarnya adalah buruk atau jahat. Kata pesimisma berasal dari bahasa Latin pessimus yang artinya terburuk.  

Penganut faham ini akan melihat bahwa hidup selalu penuh dengan kejahatan, sekalipun secara nyata kehidupan ini ada kebaikan dan ada kejahatan. Dengan demikian, gambaran hidup yang ditampilkan adalah suram dan tiada harapan. Perasaan sedih, kemurungan, putus asa, absurd, sakit, dan kematian, dipandang sebagai bersifat yang mendasar. Salah seorang ahli falsafah yang memegang fahaman ini adalah Schopenhauer, (1788 - 1860) warga Jerman.
Pesimis: Pilih separuh kosong. Optimis: Pilih separuh penuh
Contoh yang paling biasa digunakan ialah soalan kepada keadaan "Adakah gelas disebelah separuh kosong atau separuh penuh?".  

Tahap situasi seperti ini dinilai sebagai sesuatu yang baik atau sesuatu yang buruk ianya bolehlah menggambarkan sikap samada optimis atau pesimis seseorang individu itu.

Sepanjang sejarah kemanusiaan, membuang sikap pesimis mempunyai kesan ke atas kemajuan semua bidang pemikiran.

Optimislah! 

Terokailah dunia ciptaan Allah, Tuhan kepada sekelian manusia tanpa mengira agama dan aliran pemikiran mereka. Mana yang baik ambillah, mana yang buruk tinggalkan.

Kuasa memilih di akal dan pemikiran kita, bukan ditangan mereka!

Berani dan bijaksana, jangan pesimis !!!

*Riwayat At-Tirmidzi, no 2687 ; Hadith ini lemah dari sudut sanad ; Syeikh Nasirudin al-Albani menyatakan bahawa hadith ini sangat lemah ; bagaimanapun menurut Al-Qaradhawi, maksud hadith adalah tepat dan disokong oleh dalil-dalil shohih dari al-quran dan hadith lain. Justeru, ini boleh dipegang (Lihat : Thaqafatuna ; Bayna al-Infitah wal Inghilaq , hlm 41)


Monday, September 17, 2012

HINA RASULULLAH SENARIO KE ARAH USAHA ZONIS MENCETUS PEPERANGAN DUNIA?

Dalam wawancara Global Research dengan Henry Kissinger, hujung tahun 2011 lalu, beliau menjelas sebuah senario bahawa ada petanda jelas Amerika Syarikat sedang berusaha merealisasikan perang dunia. 


Henry Kissinger, ialah bekas Setiausaha Negara Amerika zaman Presiden Richard Nixon and Gerald Ford tahun 1969 - 1977, menghurai usaha Amerika untuk merealisasi tatacara baru dunia. Dalam wawancara itu Kissinger mengulas tentang masa depan dunia dan apa yang mesti dan akan dilakukan oleh Amerika Syarikat.

Strategis berusia 89 tahun ini mengatakan, "Jika anda tidak mendengar pukulan gendang perang, maka anda tuli."

"Amerika Syarikat sedang membiarkan China dan Rusia bermain, dan paku terakhir di peti mati adalah Iran, yang tentu saja menjadi target utama Israel. Kami membiarkan China untuk meningkatkan kekuatan ketenteraannya dan Rusia untuk keluar dari Sovietisasi, untuk memberi mereka rasa keberanian palsu, kerana itu akan mempercepat proses kehancuran mereka bersama bersama. Kami (Amerika Syarikat) seperti penembak tepat yang membiarkan lawannya dahulu yang menarik keluar pistol, dan ketika mereka akan melakukannya, peng!, peng!"

"Perang akan datang cukup tragis sehingga hanya ada satu negara paling kuat yang mampu menang, dan ia adalah kami. Inilah sebabnya mengapa Uni Eropa terburu-buru untuk membentuk superstate karena mereka tahu apa yang akan terjadi, dan untuk bertahan hidup, Eropa harus menjadi satu negara yang kuat dan bersatu. Agensi mereka memberitahu kepada saya bahwa mereka tahu betul pertarungan paling hebat segera terjadi."

Setelah menjelaskan hal tersebut, Kissinger mengatakan, "Oh, bagaimana saya boleh memimpikan momen menyenangkan ini. "

"Kuasai minyak maka anda akan menguasi bangsa-bangsa dunia, kuasai makanan maka anda akan menguasai rakyat."

Kissinger menambahkan: "Jika anda rakyat  biasa, maka anda dapat bersiap menyambut perang dengan pindah ke kampung pendalaman dan mengusahakan sebuah penternakan, tapi anda tetap harus mengangkat senjata, mengingat gerombolan orang-orang kelaparan akan berkeliaran."

Setelah berhenti selama beberapa minit, Kissinger melanjutkan, "Kami mengatakan kepada tentera kami bahwa kita harus menguasai lebih dari tujuh negara di Timur Tengah atas sumber alamnya dan mereka (tentera) hampir menyelesaikan tugasnya. Kita semua tahu apa yang saya pikirkan berhubung tentera, tetapi saya harus mengatakan mereka sekarang sangat mematuhi perintah. Hanya saja batu loncatan terakhir, yaitu Iran yang benar-benar akan merusak keseimbangan... Jangan lupa, Amerika Syarikat, memiliki senjata terbaik, kita memiliki hal-hal yang tidak dimiliki bangsa lain, dan kami akan memperkenalkan senjata-senjata itu kepada dunia tepat pada waktunya."

Ucapan Kissinger waktu itu menimbulkan reaksi terkejut dan kurang dipercayai ketika itu, akan tetapi berbagai sisi dari wawancara tersebut semakin nampak penting sekarang, ketika Amerika Syarikat sudah memulai garis besar program-program seperti dijelaskan oleh Kissinger.

Ungkapan Kissinger itu jika dibandingkan dengan penyataan Menteri Pertahanan Amerika Syarikat, Leon Panetta (15/9) bahwa Washington harus siap mengirim pasukannya ke 17-18 titik utama di dunia Islam menyusul protes anti-penistaan terhadap Rasulullah, maka semakin jelas pula bahwa kemungkinan ini merupakan sebahagian dari senario yang telah lama dirancang oleh Amerika Serikat.

SUMBER ASAL : DISINI , DISINI

Monday, September 10, 2012

MULANYA DI PUJA, NAMUN... AKHIRNYA HINA DIHINA OLEH BARAT

Hina Rabbani Khar, Menteri Luar Pakistan yang senantiasa dipuja dan puji sebelum ini oleh Barat kerana pakaian dan fesyennya telah dibesar-besarkan untuk dijadikan sebagai idola pakaian bagi para wanita Islam, akhirnya mendapat kemarahan media-media Barat. Setelah Hina Rabbani memakai hijab sempurna menurut ajaran Islam dan tanpa solekan berlebihan duduk tertegun di hadapan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.

Mengapa Ya??? 

Inilah antara fesyen yang diperaga oleh beliau  
















Tetapi ketika berkunjung ke Iran untuk menghadiri Persidangan Negara Berkecuali ke 16 (NAM), dan berkesempatan bertemu dengan Ayatullah Ali Khamanei dia berpakaian seperti dibawah:-