Monday, December 29, 2008

DEMO BANTAH ISRAEL

DEWAN PEMUDA PAS PUSAT DAN NEGERI MENYERU UMAT ISLAM BANTAH SERANGAN KEJAM ISRAEL KE ATAS RAKYAT PALESTIN!!!

AYUH KE DEMONSTRASI SEPERTI BERIKUT:

SELASA
30 DISEMBER 2008
11 PAGI
DI HADAPAN KEDUTAAN AMERIKA SYARIKAT,
KUALA LUMPUR


Tuesday, November 25, 2008

LABBAI KALLAH HUM MALABBAIK


Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah dan Mengasihani.

Semoga jamaah Haji Malaysia yang telah, sedang dan akan pergi Makkah dan Madinah menjadikan dialog di bawah sebagai pegangan dalam mengerjakan haji musim ini. Sementara diriku bertekad untuk berusaha sekeras mungkin memperdalamkan Ilmu Islam dan semoga diberi kesempatan sekali lagi oleh Allah swt untuk mengerjakan haji seperti yang digambarkan oleh cicit Junjungan Besar Rasulullah saw, kerana ia terlalu amat jauh dari apa yang telah dikerjakan sebelum ini. Ampunkan dosaku ya Rabb........... aku tidak berjumpa dailog dibawah sebelum ini. Ameen.

Dialog ini terjadi antara cicit Rasulullah saw, Ali Zainal Abidin ra. dengan Asy-Syibli. Asy-Syibli adalah seorang ulama sufi besar dan terkenal hingga sekarang, khususnya di kalangan para sufi. cicit Rasulullah sawAli Zainal Abidin ra. adalah putera Husein cucu Rasulullah saw. Dialog ini di terjemahkan dari kitab Al-Mustadrak. Berikut ini dialognya:

Saat pulang ke Madinah usai menunaikan ibadah haji, Asy-Syibli datang kepada gurunya Ali Zainal Abidin (ra) untuk menyampaikan pengalamannya selama menunaikan ibadah haji. Dalam pertemuan itu terjadilah dialog antara seorang guru dengan muridnya.

Ali Zainal Abidin (sa): Wahai Syibli, Anda sudah menunaikan ibadah haji?

Asy-Syibli: Ya, sudah yabna Rasulillah (wahai putra Rasulillah)

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah berhenti miqat, kemudian menanggalkan semua pakaian terjahit yang dilarang bagi orang yang menunaikan ibadah haji, kemudian Anda mandi sunnah untuk memakai baju ihram?

Asy-Syibli: Ya, semua sudah saya lakukan.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah ketika berhenti di miqat Anda menguatkan niat, dan menanggalkan semua pakaian maksiat kemudian menggantinya dengan pakaian ketaatan?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Pada saat Anda menanggalkan pakaian yang terlarang itu apakah Anda sudah menghilangkan perasaan riya’, munafik, dan semua subhat (yang diragukan hukumnya).

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda mandi sunnah dan membersihkan diri sebelum memakai pakaian ihram, apakah Anda juga berniat membersihkan diri dari segala macam noda-noda dosa?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum berhenti miqat, belum menanggalkan pakaian yang terjahit, dan belum mandi membersihkan diri.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda mandi, berihram dan mengucapkan niat untuk memasuki ibadah haji, apakah Anda sudah menguatkan niat dan tekad hendak membersihkan diri dan mensucikannya dengan pancaran cahaya taubat dengan niat yang tulus karena Allah swt?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah pada saat memakai baju ihram Anda berniat untuk menjauhkan diri dari segala yang diharamkan oleh Allah Azza wa Jalla.

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (ra): Apakah ketika berada dalam ibadah haji yang terikat dengan ketentuan-ketentuan haji, Anda telah melepaskan diri dari segala ikatan duniawi dan hanya mengikatkan diri dengan Allah swt?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu, Anda belum membersihkan diri, belum berihram, dan belum mengikat diri Anda dalam menunaikan ibadah haji.

Ali Zainal Abidin (sa): Bukankah Anda telah memasuki miqat, shalat ihram dua rakaat, kemudian mengucapkan talbiyah?

Asy-Syibli: Ya, semua itu sudah saya lakukan.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika memasuki miqat apakah Anda berniat akan melakukan ziarah untuk mencari ridha Allah swt?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Pada saat melaksanakan shalat ihram dua rakaat, apakah Anda berniat untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dengan tekad akan memperbanyak shalat sunnah yang sangat tinggi nilainya?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum memasuki miqat, belum mengucapkan talbiyah, dan belum menunaikan shalat ihram dua rakaat.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda telah memasuki Masjidil Haram, memandang Ka’bah dan melakukan shalat disana?

Asy-Syibli: Ya, semua sudah saya lakukan.

Ali Zainal Abidin (sa): Pada saat memasuki Masjidil Haram, apakah Anda bertekad untuk mengharamkan diri Anda dari mengunjing orang-orang Islam?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika sampai di kota Mekkah, apakah Anda menguatkan keyakinan bahwa hanya Allah-lah tujuan hidup?

Asy-Syibli: Tidak

Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum memasuki Masjidil Haram, belum memandang Ka’bah, dan belum melakukan shalat di dekat Ka’bah.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah melakukan thawaf, dan sudah menyentuh sudut-sudut Ka’bah?

Asy-Syibli: Ya, saya sudah melakukan thawaf.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika thawaf, apakah Anda berniat untuk lari menuju ridha Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum melakukan thawaf, dan belum menyentuh sudut-sudut Ka’bah.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah berjabatan tangan dengan hajar Aswad, dan melakukan shalat sunnah di dekat Maqam Ibrahim?

Asy-Syibli: Ya, saya sudah melakukannya.

Ali Zainal Abidin (sa): Mendengar jawaban Asy-Syibli, Ali Zainal Abidin (ra) menangis dan memandangnya seraya berkata:
“Ya sungguh benar, barangsiapa yang berjabatan tangan dengan Hajar Aswad, ia telah berjabatan tangan dengan Allah. Karena itu, ingatlah baik-baik wahai manusia, janganlah sekali-kali kalian berbuat sesuatu yang menghinakan martabatmu, jangan menjatuhkan kehormatanmu dengan perbuatan durhaka dan maksiat kepada Allah Azza wa Jalla, jangan melakukan apa saja yang diharamkan oleh Allah swt sebagaimana yang dilakukan orang-orang yang bergelimang dosa.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika berdiri di Maqam Ibrahim, apakah Anda menguatkan tekad untuk berdiri di jalan kebenaran dan ketaatan kepada Allah swt, dan bertekad untuk meninggalkan semua maksiat?

Asy-Syibli: Tidak, saat itu tekad tersebut belum ku sebutkan dalam niatku.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika melakukan shalat dua rakaat di dekat Maqam Ibrahim, apakah Anda berniat untuk mengikuti jejak Nabi Ibrahim (sa), dalam shalat ibadahnya, dan kegigihannya dalam menentang bisikansetan.

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu, Anda belum berjabatan tangan dengan Hajar Aswad, belum berdiri di Maqam Ibrahim, dan belum melakukan shalat di dekat Maqam Ibrahim.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah memperhatikan sumur air Zamzam dan minum airnya?

Asy-Syibli: Ya, saya sudah melakukannya.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika memperhatikan sumur itu, apakah Anda mencurahkan semua perhatian untuk mematuhi semua perintah Allah. Dan apakah saat itu Anda berniat untuk memejamkan mata dari segala kemaksiatan.

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum memperhatikan sumur air Zamzam dan belum minum air Zamzam.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda melakukan sa’i antara Shafa dan Marwa?

Asy-Syibli: Ya, saya sudah melakukannya.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah saat itu Anda mencurahkan semua harapan untuk memperoleh rahmat Allah, dan bergetar tubuhmu karena takut akan siksaan-Nya?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu, Anda belum melakukan sa’i antara Shafa dan Marwa.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah pergi ke Mina?

Asy-Syibli: Ya, tentu sudah.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah saat itu Anda telah sunggu-sungguh bertekad agar semua manusia aman dari gangguan lidah, hati dan tangan Anda sendiri?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu, Anda belum pergi ke Mina.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah wuquf di padang Arafah? Sudahkah Anda mendaki Jabal Rahmah? Apakah Anda sudah mengunjungi lembah Namirah dan berdoa di di bukit-bukit Shakharat?

Asy-Syibli: Ya, semuanya sudah saya lakukan.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika berada di Padang Arafah, apakah Anda benar-benar menghayati makrifat akan keagungan Allah? Dan apakah Anda menyadari hakekat ilmu yang dapat mengantarkan diri Anda kepada-Nya? Apakah saat itu Anda menyadari dengan sesungguhnya bahwa Allah Maha Mengetahui segala perbuatan, perasaan dan suara nurani?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika mendaki Jabal Rahmah, apakah Anda tulus ikhlas mengharapkan rahmat Allah untuk setiap mukmin, dan mengharapkan bimbingan untuk setiap muslim?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika berada di lembah Namirah apakah Anda punya tekad untuk tidak menyuruh orang lain berbuat baik sebelum terlebih dahulu Anda menyuruh diri Anda berbuat baik? Apakah Anda bertekad tidak melarang orang lain berbuat maksiat sebelum Anda mencegah diri Anda dari perbuatan tersebut?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda berada di bukit-bukit itu, apakah Anda benar-benar menyadari bahwa tempat itu merupakan saksi atas segala kepatuhan kepada Allah swt. Dan Tahukah Anda bahwa bukit-bukit itu bersama para malaikat mencatatnya atas perintah Allah Penguasa tujuh langit dan bumi?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu Anda belum berwuquf di Arafah, belum mendaki Jabal Rahmah, belum mengunjungi lembah Namirah dan belum berdoa di tempat-tempat itu.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda melewati dua bukit Al-Alamain dan menunaikan shalat dua rakaat sebelumnya? Apakah setelah itu Anda melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah, mengambil batu di sana, kemudian berjalan melewati Masy’aril Haram?

Asy-Syibli: Ya, semuanya sudah saya lakukan.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda melakukan shalat dua rakaat, apakah Anda meniatkan shalat itu sebagai shalat Syukur, shalat untuk menyampaikan rasa terima kasih pada malam tanggal 10 Dzulhijjah, dengan harapan agar tersingkir dari semua kesulitan dan mendapat kemudahan?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika melewati dua bukit itu dengan meluruskan pandangan, tidak menoleh ke kanan dan ke kiri, apakah Anda benar-benar bertekad tidak akan berpaling pada agama lain, tetap teguh dalam agama Islam, agama yang hak yang diridhai oleh Allah swt? Benarkah Anda memperkuat tekad untuk tidak bergeser sedikitpun, baik dalam hati, ucapan, gerakan maupun perbuatan?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika berada di Muzdalifah dan mengambil batu di sana, apakah Anda benar-benar bertekah untuk melempar jauh-jauh segala perbuatan maksiat dari diri Anda, dan berniat untuk mengejar ilmu dan amal yang diridhai oleh Allah swt?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Pada saat Anda melewati Masy’aril Haram, apakah Anda bertekad untuk menjadikan diri Anda sebagai keteladan kesucian agama Islam seperti orang-orang yang bertakwa kepada Allah swt?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu, Anda belum melewati Al-Alamain, belum melakukan shalat dua rakaat, belum berjalan menuju Muzdalifah, belum mengambil batu di tempat itu, dan belum melewati Masy’aril Haram.

Ali Zainal Abidin (sa): Wahai Syibli, apakah Anda telah sampai di Mina, telah melempar Jumrah, telah mencukur rambut, telah menyembelih binatang kurban, telah menunaikan shalat di masjid Khaif; kemudian kembali ke Mekkah dan melakukan thawaf ifadhah?

Asy-Syibli: Ya, saya sudah melakukannya.

Ali Zainal Abidin (ra): Setelah tiba di Mina, apakah Anda menyadari bahwa Anda telah sampai pada tujuan, dan bahwa Allah telah memenuhi semua hajat Anda?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Pada saat melempar Jumrah, apakah Anda bertekad untuk melempar musuh Anda yang sebenarnya yaitu iblis dan memeranginya dengan cara menyempurnakan ibadah haji yang mulia itu?

Asy-Syibli: Tidak

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda mencukur rambut, apakah Anda bertekad untuk mencukur semua kehinaan diri Anda sehingga diri Anda menjadi suci seperti baru lahir perut ibu Anda?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika melakukan shalat di masjid Khaif, apakah Anda benar-benar bertekad untuk tidak merasa takut kepada siapaun kecuali kepada Allah swt dan dosa-dosa yang telah Anda lakukan.

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda menyembelih binatang kurban, apakah Anda bertekad untuk memotong belenggu kerakusan diri Anda dan menghayati kehidupan yang suci dari segala noda dan dosa? Dan apakah Anda juga bertekad untuk mengikuti jejak nabi Ibrahim (sa) yang rela melaksanakan perintah Allah sekalipun harus memotong leher puteranya yang dicintai?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda kembali ke Mekkah untuk melakukan thawaf ifadhah, apakah Anda berniat untuk tidak mengharapkan pemberian dari siapapun kecuali dari karunia Allah, tetap patuh kepada-Nya, mencintai-Nya, melaksanakan perintah-Nya dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya?

Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum mencapai Mina, belum melempar Jumrah, belum mencukur rambut, belum menyembelih kurban, belum melaksanakan manasik, belum melaksanakan shalat di masjid Khaif, belum melakukan thawaf ifadhah, dan belum mendekatkan diri kepada Allah swt. Karena itu, kembalilah ke Mekkah, sebab Anda sesungguhnya belum menunaikan ibadah haji.

Mendengar penjelasan Ali Zainal Abidin (sa), Asy-Syibli menangis dan menyesali kekurangannya yang telah dilakukan dalam ibadah haji. Sejak itu ia berusaha keras memperdalam ilmu Islam agar pada tahun berikutnya ia dapat menunaikan ibadah haji secara sempurna. (Al-Mustadrak 10: 166)

Di ambil dari laman Syamsul Rifaei melalui laman Abu Bakar Mohd Rashid (Penarikbeca) - Terima Kasih Yang Tidak Terhingga.

Saturday, November 22, 2008

CERITA BABI DI KEDAH


Dengan Allah Yang Maha Pemurah dan Mengasihani

Tup-tup.... timbul cerita babi di Kedah.

Sebermula cerita, pada tahun 2007 Kedah Gemilang yang di perintah oleh BN telah meluluskan pembinaan Ladang Babi Moden yang tempatnya di Bukit Selambau. Tiba-tiba tahun 2008 Kedah Sejahtera mengambil alih pemerintahan pemerintahan oleh Pakatan Rakyat yang diterajui oleh PAS, PKR dan DAP.

Adapun pada tahun 2008, pihak Jabatan Haiwan (Verterinar) Kedah telah berjumpa dengan EXCO Pertanian Kedah Sejahtera, Ir. Hj Phahrolrazi Zawawi untuk bertanya apakah gerangan keputusan yang telah diluluskan oleh Kerajaan Kedah Gemilang dulu nak diteruskan ataupun tidak?

Sebelum EXCO Pertanian Kedah Sejahtera memberi keputusan, dia telah meminta pihak Jabatan Haiwan (Verterinar) menceritakan rasional pembukaan Ladang Babi Moden di Bukit Selambau.

Mereka menerangkan dari segala sudut teknikal, dan keperluan memastikan pencemaran najis babi di kawasan ternakan yang berselarak di Kedah dapat di hentikan dengan pembinaan Ladang Babi Moden ini.

Jadi kami nak tunggu keputusan je.... nak teruskan yang kerajaan Kedah Gemilang dulu luluskan atau pun tidak.

Exco baru kata nanti sat, ini isu sensitif saya kena tanya MB dulu...

Ringkas cerita, EXCO pi tanya MB.

MB kata, "Stop!!!, Jangan teruskan."

Tutup fail.

Tiba-tiba, seperti yang selalu Allahyarham Ustaz Fadzil Nor, dok cerita dalam ceramahnya dahulu, "Kawax ligan kawax" (terjemahan pencuri kejar pencuri)

Dato Bashah, dalam disidang Dewan pada 18 hingga 20 November 2008 yang lalu telah mengemukakan soalan dalam Sidang DUN. Lebih kurang bunyi soalannya, "Adakah kerajaan Pakatan Rakyat bercadang untuk membuka Ladang Babi Moden...."

Yang aku kata, kawax ligan kawax.... kerana dia yang rancang, dia yang lulus tiba-tiba dia yang tanya kerajaan baru ni ada rancangan nak buka Ladang Babi Moden. Sebenarnya soalan perangkap.... teruskan pun masalah..... tak teruskan pun masalah.

Maka jawaban untuk mengelak ianya dieksploits kepada orang bukan Islam, maka di sebut ianya telah diluluskan oleh kerajaan dulu, dan akan diteruskan jika tidak mendapat bantahan.

Alhamdulillah, keluar dalam TV3, lepas tu pakat demontrasi riuh rendah tak mau ladang babi moden, Melayu tak suka, India tak suka, orang Cina pun tak suka..... maka lagi mudah buat keputusan. Tak akan teruskan pembinaan Ladang Babi Moden..... tutup fail sekali lagi.

Aku sendiri dari segi membuka Ladang Babi Moden yang dapat mengelakkan pencemaran alam sekitar setakat keperluan rakyat bukan Islam di Kedah agak tiada masalah, daripada terus menbiarkan ianya dipelihara berkeliaran masuk tak kira kampung orang Siam, Cina, India dan Melayu. Kemudian yang ada kandang pula najisnya dibiar meleleh masuk dalam sungai.

Tak payah bincang panjanglah lagi, pasai hujah nak buka atau tidak Ladang Babi Moden tu, di Kedah kerana orang yang makan babi pun tak setuju bela babi,

"Beli daging lagi senang dari nak bela sendiri, di Melaka banyak" kata Ah Tong.

Tuesday, November 18, 2008

APA MOTIF SEBENAR TV3???


Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah dan Mengasihani.

"Hai orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi rakan kepercayaanmu orang-orang yang diluar kalanganmu (kerana) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami). jika kamu memahaminya."
Ali-Imran 118

Jam 10.00 malam turun dari surau selepas mesyuarat khas PAS cawangan untuk persiapan ceramah Ust Nor Azli Musa, DPP Perak dan YB Nasir Zakaria, MP Padang Terap di kampung aku(Kg Baru, Tambak Bunga), aku bergegas kerumah mak dengan motor untuk ambil isteri yang aku hantar ketika nak pergi solat Maghrib di surau.

Isteri ku terus membonceng di belakang motor, sampai dirumah dia terus cerita mengenai TV3 siarkan sedutan kertas soalan Taklimat Pengurusan dan Pentabiran Kerajaan Negeri Kedah yang diadakan pada Jumaat 14 Nov 2008. Menyebut bahawa kertas tersebut di berikan kepada mereka (TV3) oleh seorang YB.

Ngungam..... ngungam... dia dok cerita..... apa yang TV3 siar.... aku masuk dalam bilik bacaan terus cari kertas soalan yang diserahkan oleh Ust Fakhruzzaman Hj Jamil, (Ust Man) Setiausaha Penerangan PAS Kedah ketika taklimat berlangsung kerana aku ialah AJK Badan Perhubungan PAS Negeri Kedah. Ada ....lega, kertas tu terhad pesan Ust Man.

Aku cuba nak buka internet untuk tengok kembali siaran TV3, tapi bila tengok jam sudah jam 11.13 malam, tak jadi nak layarinya kerana masa nak masuk bengkel kuih dah dekat.

Pergi ambil wudhuk, solat hajat 2 rakaat, terus pecut motor pergi ke bengkel kuih dekat rumah mak aku. Sambil otak dok berligar pasai apa TV3 siar soalan-soalan tu dan siapa yang bagi.

Otak tetap berligar masa adun tepung.... terus berligar lagi masa canai adunan.... terus berligar lagi masa bahagi dough.... terus berligar masa potong pastri........ sedar-sedar pukul 2.30 pagi. Kerja peringkat pertama selesai.... pembantu-pembantu pula lah yang akan sambung.

Cuci semua peralatan..... susun pastri untuk di sambung tugas oleh pembantu-pembantu. Start motor.... sampai rumah mandi, mengadap Tuhan sekejap. Buka internet cari berita TV3, tentang berita yang dicerita oleh isteri aku..... tak jumpa..... sebab tengok cara lompat-lompat.

Otak masih berfikir apa motif TV3 siarkan soalan tersebut, yang kononnya akan ada sambungan lagi esok. Program taklimat yang dibuat adalah program tertutup, hantu kejadah mana yang masuk. Program tu pula adalah program yang disusun oleh PAS Kedah dan memang minta supaya setiap kawasan memberi soalan, cadangan dan komentar terhadap pentadbiran kerajaan Negeri Kedah yang diperintah oleh Pakatan Rakyat secara bertulis agar ada pertanggung jawaban. Tanyalah apa nak tanya... cadanglah apa nak cadang.... komenlah apa nak komen... pemimpin nak tengok dan selepas itu akan ambil mana yang baik dan perjelaskan mana yang mungkin salah persepsi. Benda biasa....

Budaya ingat mengingat, tegur menegur, muhasabah adalah budaya dalam PAS yang disemai sejak dahulu lagi...... biasa sahaja. Kadang-kadang pedas... kadang manis.... kadang masin... kadang-kadang masam.

Otak aku masih berligar apa motif kononnya YB yang bagi soalan tu pada TV3? Dan apakah motif TV3 siarkan?

Apakah ianya bermotif untuk menakutkan pemimpin dan ahli PAS meneruskan budaya sihat bermuhasabah antara satu sama lain. Kerana kalau buat lagi program macam hari Jumaat itu maka akan keluar lagi dalam TV3, RTM, NTV7, TV8, ASTRO dsb yang akan menyebabkan konon PAS malu?

Aku rasa, jika orang yang memberikan kepada TV3 atau TV3 curi merasakan itu adalah salah satu strategi untuk tidak lagi membenarkan PAS menyuburkan budaya muhasabah adalah silap, kerana kami berpegang kepada fahaman 'Agama itu Nasihat'.

Kami memilih perjuangan menegakkanIslam melalui PAS ialah kerana demi menyempurnakan ketaqwaan kepada Allah dan kebaktian kepada sesama manusia, tidak lebih dan kurang dari itu.... dan kami merasakan inilah minda kelas pertama. Setiap ahli PAS akan terus peka dalam setiap denyut nadi perjuangan agar terus berada diatas landasan siratalmustaqim dan rakyat terus terbela samada ketika BN atau Pakatan Rakyat memerintah, kami tetap setia dengan Islam dan golongan tertindas.

Kami tidak akan menjadi seperti ahli UMNO, ketika kenderaan tayar kempis, masing-masing mengatakan, tak apa tayar je yang kempis. Ketika kenderaan sudah melelong kesana sini, mereka mengata tidak apa, baru melelong, ketika kenderaan menuju gaung, mereka mengatakan tak apa drebar cekap, akhirnya apa yang berlaku UMNO punah ranah terjun gaung, dan sudah tidak mampu untuk diselamatkan lagi.

Aku secara individu sebaik sahaja selesai menulis artikel ini akan mengadakan solat hajat khusus memohon agar individu-individu yang cuba melakukan ganggu gugat kepada perjuangan menegakkan Islam yang syumul dibumi Allah ini akan diberi balasan yang setimpal oleh Allah swt sejak didunia ini lagi.

Maaf aku serius...... 4.24 pagi.

Khusus untuk pemuda dan pemudi ku teruskan budaya muhasabah antara sesama kita, kerana budaya ini adalah budaya yang telah menguatkan kita dan mengukuhkan ukhwah kita. Saidina Umar r.a pernah memberi hadiah kepada sahabat yang memberi nasihat kepadanya. Tanpa kita kekalkan budaya ini tunggulah saat kehancuran seperti yang berlaku kepada umat terdahulu, dan yang paling dekat ialah UMNO.

Dan kepada rakyat Kedah ingin kami beritahu, inilah kami ahli dan pemimpin PAS tetap akan memastikan kerajaan Pakatan Rakyat Negeri Kedah terus berada dilandasan yang betul untuk membela kepentingan rakyat dan tidak akan teragak-agak menegur sesiapa sahaja yang dirasa sudah sampai masanya wajar ditegur.

Kalau motif TV3 nak melemahkan kerajaan Pakatan Rakyat Negeri Kedah, rasanya dia silap banyak kerana dengan tersiarnya soalan dan muhasabah tersebut menunjukkan bahawa PAS lebih terkehadapan jauh dari UMNO dalam menjaga ketulusan dan ketelusan pemerintahan.

Cukup... dulu... masih belum jumpa apa motif yang sebenarnya??? Aku akan cuba tanya Sdr Zulkifli Yahaya.


Saturday, November 15, 2008

Dahulu Hairan, Sekarang Tidak Lagi

Allah, Tuhan Yang Menguasai Langit dan Bumi.

Pemuda dan Pemudiku

Dahulu aku hairan.... mengapa Haman sanggup menjadi Menteri kepada Firaun yang mengaku dirinya Tuhan.

Sekarang tidak lagi..... kerana aku memahami itulah manusia.

Dahulu aku hairan.... mengapa Qarun yang diberi kekayaan oleh Allah sanggup mendurhakai Tuhan sehingga akhirnya ditelan bumi diri dan hartanya.

Sekarang tidak lagi..... kerana aku memahami itulah manusia.

Dahulu aku hairan.... mengapa Qabil membunuh saudaranya Habil kerana merebut seorang wanita yang disukainya walaupun ditegah Tuhan.

Sekarang tidak lagi..... kerana aku memahami itulah manusia.

Dahulu aku hairan.... mengapa negara Soviet Union mempunyai seorang mufti walaupun fahaman negara tersebut adalah komunis yang tidak mempercayai adanya Tuhan.

Sekarang tidak lagi..... kerana aku memahami itulah manusia.

Dahulu aku hairan.... mengapa Hamid Othman sanggup menjadi penasihat agama kepada Perdana Menteri yang digelar rakyat pada ketika itu sebagai MahaFiraun.

Sekarang tidak lagi..... kerana aku memahami itulah manusia.

Dahulu aku hairan.... mengapa pemimpin UMNO mencari berbagai alasan untuk membenarkan perbuatan mereka yang jelas salah dengan menggunakan hujah Al-Quran, bahkan tidak cukup mengimport ulamak dari luar negara untuk menghalalkan perbuatan mereka.

Sekarang tidak lagi..... kerana aku memahami itulah manusia.

Dahulu aku hairan.... mengapa Yusof Nor lulusan Phd Tasawuf, boleh bersama UMNO dan menjadi salah seorang pendebat olok-olok untuk mempertahankan UMNO dan juga pakar rujuk untuk mencari jalan membenarkan segala tindak tanduk pemimpin UMNO.

Sekarang tidak lagi..... kerana aku memahami itulah manusia.

Dahulu aku hairan.... mengapa Firdaus bekas Imam masjid negara apa boleh masuk UMNO dan bertanding atas tiket BN dan sampai sekarang ketika UMNO barah dengan rasuah masih rela bersama UMNO.

Sekarang tidak lagi..... kerana aku memahami itulah manusia.

Oleh itu wahai pemudaku, carilah kebenaran, kenalilah kebenaran.... InsyaAllah kamu tidak akan sesat, tetapi jika kamu hanya mengenali manusia dan topeng yang dipakainya, tetapi tidak mengenali kebenaran aku bimbang kamu akan disesatkan oleh manusia dan topengnya kerana kamu dan aku juga adalah manusia.

Tuesday, November 11, 2008

HISHAMUDIN HARAMKAN KLIP VIDEO SAJAK KEMATIAN

Encik Hishamudin Husin, Menteri Pelajaran Malaysia telah mengeluarkan arahan mengharamkan tayangan klip Video Sajak Kematian.

Yang hairannya........... Program Idola Kecil yang mengajak kanak-kanak kecil menyanyi dan menari menungin menonggek digalakkan di adakan oleh siaran TV.

Yang hairannya......... filem gambar hantu yang penuh dengan tahyul di iklan saban hari dan waktu diTV dan selepas itu di tonton oleh bukan sahaja budak darjah satu, malah budak belum sekolah lagi pun dah tengok.

Yang hairannya...... filem-filem lucah (mereka anggap takpa) ditayang secara berleluasa oleh setiap saluran TV.

Klip video yang ingin mengajak anak-anak takutkan balasan Tuhan di haramkan, siaran yang mengajak manusia melawan Tuhan disiarkan secara berleluasa.

Semoga aku marah ini bukan kerana dunia, tetapi aku marah kerana Mu ya Allah.

Monday, November 10, 2008

AL-FATIHAH


Semoga roh mereka dicucuri rahmat oleh Allah swt dan di bawa berterbangan di dalam tembolok burung hijau ke syurgaNya. Ameen.

Monday, November 3, 2008

KULIAH USTAZ FARHAN DI SURAU TAMBAK BUNGA


Ikuti kuliah Maghrib yang akan di sampaikan oleh Ustaz Farhan seperti poster di atas. Hubungi Sdr Fauzi Mohd Noor, Pengerusi Madrasah - 0194985863 atau Mazhar Yusof, SU - 0194511132 untuk keterangan lanjut.

Kalau nak tolong panjang kebajikan sila publish di laman web tuan/puan yang melihat poster ini.

Thursday, October 30, 2008

JEMPUT HADIR KE PELANCARAN KELAB PENYOKONG PAS KUALA KEDAH



Assalamualaikum

Seluruh lapisan masyarakat dijemput hadir ke Majlis Pelancaran Kelab Penyokong PAS Kawasan Kuala Kedah.


Perasmian oleh YB Hj Phahrolrazi Zawawi, Exco Kerajaan Negeri Kedah.


Ceramah Umum bersama YB. Dr, Mujahid Yusof Rawa dan Mr. Hu Phang Chaw

Aturcara:- 8.00 mlm : Jamuan Untuk Petugas dan Ahli Kelab
8.15 mlm : Solat Isyak berjemaah (Penganut Islam)

8.30 mlm : Acara Perbarisan Ahli Kelab
8.45 mlm : Ketibaan Pimpinan PAS dan Perarakan masuk Dewan bersama tarian Singa
9.00 mlm : Majlis Perasmian dan Ceramah dimulakan.
12.00 mlm: Bersurai

"Mereka sudah datang kepada kita, menjadi tugas dan tanggungjawab kitalah mempamer keadilan, kesempurnaan, kebaikan, kejujuran, keluhuran, kesopanan, keunggulan Islam - Jangan kita pula terikut dengan mereka atas alasan siasah syariah yang batil sehingga akhirnya mereka hairan melihat kita yang lebih camca dari bubur".

Sunday, October 26, 2008

Alhamdulilah - Banjir Sudah Mula Surut

PAS Kawasan Kuala Kedah mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua yang terlibat secara langsung ataupun tidak membantu mangsa banjir di Dewan Undangan Negeri Anak Bukit baru-baru ini.

Sekarang air bah (banjir) semakin surut, operasi membersih sedang giat dilakukan oleh tuan rumah yang terlibat dan ada beberapa NGO yang turut sama membantu membersih tempat awam yang terlibat seperti surau, sekolah, penempatan, PASTI dan rumah persendirian yang melibatkan warga tua serta kurang upaya.

InsyaAllah, pihak PAS Kawasan Kuala di bawah Pusat Khidmat Wakil Rakyat DUN Anak Bukit akan mengadakan majlis penghargaan dalam waktu yang terdekat bagi meraikan mereka yang terlibat membantu mangsa banjir samada daripada kakitangan perkhidmatan awam iaitu polis, PGA3, Jabatan Pendidikan, Guru Besar dan warga sekolah Sek Keb Titi Gajah, Sek Keb Gunung, Sek Wawasan, MADA, JPS, Pejabat Daerah, Penghulu, Ketua Kampung dan pihak NGO seperti Yayasan Salam, Haluan, Yayasan Amal, Nisa', PASTI, PAS Cawangan dan individu-individu tertentu.

Segala sumbangan dan jasa baik terutama 2 orang penghulu iaitu En. Mohd Zubir Abd Rahman dari Mukim Gunung dan En. Ahmad Fadzil Hashim dari Mukim Titi Gajah yang diamanahkan menjaga 4 pusat pemindahan serta Ketua Kampung yang baru dilantik iaitu Sdr Sharif Ali - Simpang 4 Tanjung Bedil, Ustaz Abdullah Hashim - Sungai Baru, Suib Mahmud - Taman Indah, Nordin Mohd Noor - Titi Gajah, Sdr Yusof Man - Taman Aman, Sdr Mansor Din - Alor Madi, Ustaz Abdullah Kasim - Anak Bukit, Abd Razak Din - Seberang Anak Bukit dan lain Ketua Kampung dalam DUN Anak Bukit yang membantu mengurus Penempatan Banjir.

Tahniah kepada YB Mohd Nasir Mustaffa selaku ADUN Kubang Rotan yang juga Setiausaha PAS Kawasan Kuala Kedah - telah mengambil alih sepenuhnya tanggung jawab mengurus operasi banjir di Anak Bukit daripada kekandanya YB Amiruddin Hamzah yang terpaksa berada di luar negeri atas urusan Kerajaan Negeri, seterusnya tahniah Hj Azim Hj Ahmad, Pengarah MTD Anak Bukit, Hj Harun Kamis Setiausaha MTD, Hj Yazid Hj Hashim Bendahari PAS Kawasan, Ustaz Kasim Md Isa Pengarah MTD Pengkalan Kundor, Sdr Helmi Khalid Ketua Pemuda, Sdr Abd Razak Osman, Ustaz Rizuan Abu Bakar, Sdr Latif, Sdr Fuad Lazim, Sdr Ahmad Leha, Sdr Azizi Abdullah, Saw Lean Keaw, Zulkifli Nayan, Puan Zakiah Baharom dan ramai lagi yang tak sempat disebut nama mereka sekali lagi PAS Kawasan Kuala Kedah mengucapkan ribuan terima kasih atas kerjasama yang diberikan.

Tidak dilupakan ucapan terima kasih kepada rombongan isteri Menteri Besar dan isteri EXCO Kanan kerajaan Negeri yang turut samada meredah banjir memberi bantuan dan sumbangan.

Semoga Tuhan membalas jasa baik yang dihulurkan dalam membantu mereka yang terkena musibah.

Terima kasih.

Ketua Penerangan
PAS Kawasan Kuala Kedah

Wednesday, October 22, 2008

TOLONG!!! BANJIR MAKIN TERUK DI DUN ANAK BUKIT


Bantuan segera diperlukan untuk membantu mangsa banjir di dalam DUN Anak Bukit, Parlimen Kuala Kedah.

Setakat sekarang sudah 300 orang telah di pindahkan kepusat penempatan di Sek Keb Gunung, Sek Keb Titi Gajah, Sek Keb Wawasan dan Market Pekan Anak Bukit.

Sebanyak 20 kampung yang telah telibat dengan banji setakat ini. Ramai yang masih tidak mahu berpindah dari rumah mereka. Air semakin naik, sementara hujan sedang turun dengan lebat. Dijangka air akan naik lagi.

Tolonglah mereka yang ditimpa musibah ini, semoga Allah mengganjari balasanNya terhadap Tuan/Puan

Antara keperluan segera yang diperlukan ialah:-

1. Beras
2. Sardin
3. Roti
4. Pampers kanak-kanak
5. Susu bayi dan kanak-kanak
6. Air minuman
7. Makanan ringan
8. Sayuran dan ikan segar
9. Ikan kering
10. Kenderaan pacuan 4 roda untuk mengagih bantuan kepada mangsa
termasuk driver. (pinjam)
11. Lain-lain yang difikirkan perlu

Sebarang pertanyaan boleh berhubung terus pejabat
Bilik Gerakan Operasi Banjir DUN Anak Bukit- 04-7347349 - Fuad

Tuesday, October 21, 2008

DATANG BERAMAI-RAMAI KE MAJLIS CERAMAH PELANCARAN KELAB PENYOKONG PAS


Kalau rajin sila print dan tolong sebarkan poster di atas
Permintaan rasmi daripada:-

Aris Awang
Ketua Penerangan PAS Kawasan
Kuala Kedah

Saturday, October 18, 2008

Menitis Air Mata Ku Kerana Bangga Membaca Ucapan TG Hj Abd Hadi Awang di Parlimen


Maha Suci Allah...
Inilah Jalan kita.... Tuan Guru Hj Abd Hadi Awang telah menunjukkan Jalan Lurus (Sira thalmustaqim) kepada kita semua pemuda dan pemudi ku.


Ucapan selama satu jam yang disampaikan oleh beliau di Parlimen baru-baru ini.

Lihat ulasan ucapan beliau oleh YB Hj Khalid Abd Samad
disini

Transkrip penuh Ucapan Tuan Guru Hj Abd Hadi Awang pula disini

Thursday, October 16, 2008

DRAF SOALAN DEWAN BAGI BULAN NOVEMBER 2008

Bertaqwalah Kepada Allah dengan Sebenar-benar Taqwa

Pemuda dan Pemudi Ku, berikut adalah draf soalan untuk Persidangan Dewan Undangan Negeri Kedah pada bulan November 2008 yang akan di kemukakan oleh ADUN Kubang Rotan.

Bolehlah menyemak draf soalan tersebut, kemungkinan ada penambahan atau apa-apa cadangan sila nytakan, pihak PKWR Kubang Rotan amat mengalu-alukan:-

1. Lembaga Biasiswa Negeri Kedah – Urusan Pinjaman Pelajar
Pohon nyatakan berapakah kadar caj perkhidmatan yang dikenakan oleh Lembaga Biasiswa Negeri Kedah dan adakah ianya menepati kehendak syarak dalam pengendalian urusan pinjaman tersebut?

2.Pentadbiran - Kualiti pengurusan Penghulu

Sejauh manakah tindakan yang telah diambil oleh Kerajaan Negeri terhadap Rancangan Pemerkasaan Penghulu berhubung perkara-perkara berikut:-
a. Masa bertugas di pejabat yang ditetap.

b. Penyediaan premis yang sesuai dan mesra pelanggan
c. Pengawasan pihak atasan terhadap etika kerja

d. Manual Prosedur Kerja dan Piagam Pelanggan.
e. Kumpulan sokongan di pejabat Penghulu.

3. Pentadbiran - Dewan orang ramai milik kerajaan Negeri dan Persekutuan

a. Ada berapa buahkah Dewan Orang Ramai yang dimilik Kerajaan Negeridan diamanahkan kepada jabatan mana?

b. Adakah Kerajaan sedar terdapat bangunan milik kerajaan negeri yang terbiar dan apakah langkah-langkah untuk menghidupkan kembali sebagai pusat kegiatan masyarakat.
c. Ada berapa buahkah Dewan Orang Ramai milik Kerajaan Persekutuan dan diamanahkan kepada jabatan mana dan adakah kerajan Negeri mengenakan sebarang bayaran terhadap tapak premis tersebut..

4. Kuota Perumahan

Pohon nyatakan butiran-butiran terperinci kemunasahaban Kerajaan Negeri meningkatkan kuota perumahan dari 30% kepada 50% untuk Bumiputra dan nyatakan berapakah jumlah taman perumahan yang telah dijual bawah daripada 30% oleh pemaju kepada Bumiputra serta alasan mereka melakukannya.

5. Pihak Berkuasa Tempatan - Pusat Permainan Komputer dan Judi.
Adakah Kerajaan Negeri sedar banyak premis-premis digunakan tanpa lessen, menjalankan perniagaan ciber café termasuk judi. Apakah tindakan yang telah, sedang dan akan dilakukan untuk membenteras perkara tersebut?

6. Pihak Berkuasa Tempatan - Lesen premis penjualan arak dan judi

Pohon nyatakan berapa premis arak dan judi yang telah dan akan tamat tempoh sejak Mac 2008 sehingga Disember 2008 dan adakah Kerajaan Negeri telah dan bercadang untuk memperbaharui lessen premis tersebut?

7. Yayasan Islam Kedah

Pohon nyatakan apakah peranan utama Yayasan Islam Kedah dan adakah ia meneruskan kerja menjadi orang tengah untuk menghakis Tanah Rizab Melayu?


8. Jabatan Agama - Institusi Masjid

Apakah langkah Kerajaan Negeri memulihkan kelesuan institusi masjid diseluruh Negeri Kedah.


9. Pentadbiran - Cuti Kepada Wanita Bersalin
Bilakah Kerajaan Negeri bercadang akan melaksanakan cuti kepada Kakitangan Kerajaaan Negeri seperti mana yang terdapat dalam janji Manifesto Pilihanraya ke 12.

10. Pentadbiran - Pinjaman tanpa riba kakitangan kerajaan

Adakah Kerajaan Negeri telah melaksanakan pinjaman tanpa riba kepada kakitangan Kerajaaan Negeri seperti mana yang terdapat dalam janji Manifesto Pilihanraya ke 12. Jika ‘Ya’ bila bermula serta siapakah yang memprolehi manfaatnya dan jika ‘Tidak’ mengapa?

11. Majlis Bandaraya Alor Setar – Tarikan Pelancongan
a. Tidak Kerajaan Negeri bercadang untuk menaik taraf pasar-pasar sedia sehingga mampu menarik pelancong luar datang ke negeri Kedah seperti Pasar Siti Khadijah di Kelantan, Pasar Payang di Terengganu, Pasar Philipina di Sabah, Pasar Satok di Serawak.
b. Apakah kerajaan Negeri tidak bercadang untuk memperkenal MBAS dengan satu identiti yang tersendiri dalam usaha menarik pelancong.
c. Apakah inisiatif Kerajaan Negeri untuk menghidupkan projek-projek terbengkalai sebagai salah satu daya tarikan pelancongan seperti Medan Ikan Bakar, Keloncor, Marina Habour, Kuala Kedah.


12. Maktab Mahmud - Memantap system Pengurusan

Apakah langkah-langkah Kerajaan Negeri mengatasi kelemahan di dalam pengurusan dan pentadbiran di Maktab Mahmud seperti berikut:-
a. JPA telah melulus sejumlah jawatan, tetapi sehingga kini masih belum diisi.
b. JPA telah melulus kenaikan pangkat secara “time-base” bagi jawatan-jawatan yang dikenal pasti, tetapi masih belum diisi hingga kini.
c. Lembaga Maktab Mahmud masih tidak mempunyai satu Garis Panduan Kenaikan Pangkat.

13. Pertanian - Pelantar Ikan

Sejauh manakah Kerajaan Negeri telah mengambil langlah-langkah untuk menaik taraf Pusat Pendaratan Ikan di Kubang Rotan.

Aris Awang
Pengarah PKWR Kubang Rotan
(DUN Kubang Rotan diwakili oleh YB Mohd Nasir Mustaffa -
mohdnasir.blogdrive.com/)

Tuesday, October 14, 2008

Islam dan kebangkitan ekonomi


Allah Yang Maha Pemurah dan Mengasihi

Pemuda dan pemudi ku...

Saya membaca dan tertarik dengan pandangan Sdr Wan Saiful Wan Jan, seorang Ahli PAS daftar terus sejak 1993, yang sekarang menetap di England mengenai Islam dan Kebangkitan Ekonomi.

Semoga tulisan beliau, boleh menjadi renungan kita bersama untuk menjadi panduan terhadap sistem ekonomi yang sedang digunapakai oleh negeri-negeri yang diperintah di bawah Pakatan Rakyat.

Saya bimbang kita hanya meneruskan sistem salah yang diwarisi dari pemerintahan rejim lama (Barisan Nasional)... kita mesti berusaha berubah. Kita mesti menjadi pemimpin ummah bukan menjadi pengikut sistem sedia ada.

Berikut adalah tulisan beliau:-


Dr Imad-ad-Dean Ahmad, Presiden Minaret of Freedom Institute, Amerika, pernah menulis satu artikel mengenai Islam dan sistem pasaran. Dalam artikel ini, penulis akan menterjemahkan beberapa hujah yang dikemukakan oleh Dr Imad ke dalam Bahasa Malaysia dan seterusnya memberikan hujah kenapa umat Islam di Malaysia khasnya dan rantau Asia umumnya wajar berusaha memastikan sistem ekonomi kita adalah berteraskan sistem pasaran terbuka yang bebas daripada campur tangan atau kawalan politik.

Menurut Dr Imad-ad-Dean Ahmad, perniagaan bukan perkara asing bagi umat Islam. Rasulullah (saw) dan Saidatina Khadijah (r.a) merupakan ahli perniagaan yang berjaya dalam pasaran bebas pada masa itu. Kitab suci Al-Quran juga penuh dengan pelbagai ayat yang menyentuh hal ehwal perniagaan. Malahan, jika kita teliti sejarah perkembangan Islam, kita pasti mengakui peranan penting yang dimainkan oleh ahli perniagaan dalam menyebarkan Islam ke seluruh pelusuk bumi. Islam sampai ke Tanah Melayu melalui ahli perniagaan yang bergerak dalam pasaran bebas dunia, bukan melalui bala tentera.

Malangnya, hubungan intim antara Islam dan pasaran bebas tidak begitu dihargai oleh dunia, termasuklah oleh umat Islam di Malaysia.

Usaha mengawal pasaran

Di awal kurun ke-20, hubungan rapat beberapa negara Arab dengan Soviet Union menyebabkan sistem sosialisme mula meresapi Timur Tengah. Sehingga hari ini, masih banyak lagi negara Arab yang mewarisi sisa-sisa sistem ekonomi sosialisme dalam mana kerajaan menguasai dan mengawal pergerakan ekonomi negara tersebut. Perkembangan pemikiran sosialis di negara-negara Arab akhirnya merosakkan sistem pasaran terbuka yang diwarisi masyarakat Arab sejak zaman Rasulullah (saw) lagi.

Bagaimanapun, sejak kebelakangan ini, kita melihat betapa negara-negara umat Islam mula menunjukkan rasa tidak selesa terhadap sistem ekonomi sosialisme. Beberapa buah negara umat Islam, termasuklah Malaysia, telah dan sedang berusaha memperkenalkan sistem pasaran yang lebih terbuka dan berdaya-saing.

Malangnya, beberapa kelompok di kalangan umat Islam masih lagi menentang sistem pasaran yang lebih terbuka. Menurut Dr Imad, terdapat tiga kelompok yang biasanya menentang sistem pasaran.

Kelompok pertama ialah mereka yang masih pekat dengan fahaman sosialisme. Mereka ini mengatakan bahawa kita tidak boleh memiliki harta peribadi kerana apa-apa harta yang kita miliki mestilah di kongsi dengan rakyat secara keseluruhan. Dalam bahasa Inggeris, mereka ini digelar sebagai “economic egalitarians”. Fahaman pro-sosialis menyebabkan mereka lebih selesa jika rakyat dan syarikat dikenakan cukai yang tinggi agar harta boleh dibahagi-bahagikan kepada semua rakyat, termasuklah kepada mereka yang tidak mahu bekerja.

Kelompok kedua pula meyakini bahawa untuk membangun, semua hal ehwal dalam sesebuah negara mestilah dikawal oleh kerajaan (autoritarian). Mereka ini berpegang dengan pandangan bahawa menteri-menteri adalah orang bijak pandai yang pakar dalam menyusun-atur ekonomi negara. Oleh itu, aktiviti ekonomi mestilah dikawal sepenuhnya oleh kerajaan melalui proksi-proksi tertentu.

Kelompok ketiga pula menentang sistem pasaran kerana mereka tidak suka kepada kesenangan dan kemewahan. Bagi mereka, harta hanya menjauhkan kita daripada agama. Sebaliknya, mereka mahu hidup dalam dunia tersendiri dan tidak mencampuri urusan mencari pendapatan untuk hidup lebih selesa (asetikisme).

Ketiga-tiga kelompok di atas mempunyai persamaan yang ketara. Mereka semuanya mengatakan bahawa harta atau kekayaan adalah perkara yang tidak baik untuk dimiliki oleh individu. Sebaliknya, pendapatan rakyat mesti dijadikan milik negara, contohnya melalui cukai yang tinggi, dan harta tersebut akan dikawal atau diuruskan oleh negara demi menjaga kebajikan semua rakyat.

Semua fahaman ini sebenarnya tidak selari dengan sistem Islam yang mahukan setiap individu Muslim berusaha dan bekerja, mengumpul harta daripada pekerjaan yang halal, dan kemudian melakukan sebanyak mungkin amal jariah secara sukarela. Seruan Islam ialah agar setiap individu Muslim membantu menjaga kebajikan jiran tetangga dan rakyat keseluruhan, bukan mencari helah dengan mengatakan bahawa itu adalah tanggungjawab kerajaan.

Islam dan harta peribadi

Dr Imad menegaskan bahawa Islam membawa satu sistem komprehensif untuk melindungi harta peribadi. Dalam Islam, semua perkara adalah ciptaan dan hak Allah. Harta peribadi adalah amanah yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya. Sebagai khalifah Allah di muka bumi, setiap individu mesti menjaga amanah tersebut dan menggunakannya untuk kebaikan manusia secara keseluruhan. Setiap individu akan dipertanggung-jawabkan sepenuhnya terhadap amanah tersebut (Yaasin, 54).

Al-Quran tidak menafikan hak seseorang individu untuk mengumpul harta. Sebaliknya, Al-Quran memberi beberapa garispanduan dan nasihat mengenai cara terbaik untuk membelanjakan harta. Dalam Islam, harta tidak boleh dibazirkan dan tidak boleh digunakan untuk menafikan hak orang lain (Al-Baqarah, 188).

Jika seseorang menyimpan harta milik orang lain, contohnya memegang amanah harta anak yatim, harta tersebut tidak boleh digunakan untuk kepentingan peribadi pemegang amanah tersebut (An-Nisaa, 9-10).

Bertentangan dengan fahaman sosialis atau autoritarian yang mahukan harta peninggalan si mati dijadikan hak negara, Islam menghormati hak untuk mewariskan harta (An-Nisaa’, 33). Malahan hak mewarisi harta diperluas kepada kaum wanita (An-Nisaa’, 7), walaupun ini tidak berlaku sebelum kedatangan Islam.

Rasulullah (saw) turut mempertegaskan betapa Islam amat menghormati harta milik peribadi. Dalam khutbah wada’, Baginda (saw) bersabda bahawa:

“Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikanlah harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak”

Peranan kerajaan

Dalam sebuah masyarakat Islam, setiap individu bertanggungjawab memastikan harta mereka digunakan dengan cara yang terbaik. Tanggungjawab menjaga kebajikan masyarakat bukan diserahkan kepada kerajaan semata-mata. Sebaliknya, setiap individu Muslim bertanggung-jawab memastikan kebajikan jiran tetangga mereka terjaga, terutamanya dengan melakukan amal jariah.

Sejak kejatuhan Soviet Union, sudah tidak ramai lagi ahli ekonomi yang meyakini sistem ekonomi terancang (command and control economy). Dr Imad mengatakan bahawa sebenarnya ahli-ahli ekonomi Islam sejak awal-awal lagi menolak sistem ekonomi terancang. Sebaliknya, Islam lebih menggalakkan sistem pasaran yang tidak dipengaruhi kuasa politik. Rasululah (saw) acapkali mahukan harga sesuatu barangan atau komoditi ditentukan oleh kuasa pasaran.

Contohnya, dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari daripada Abu Said al-Khudri, diceritakan bagaimana pada suatu hari Bilal ibn Rabah memberikan beberapa biji buah tamar berkualiti tinggi kepada Rasulullah (saw). Baginda (saw) bertanya “Bagaimana kamu boleh mampu membeli tamar ini?” Bilal menjawab, “Aku menyimpan beberapa biji tamar yang berkualiti rendah, dan aku menukarnya dengan tamar berkualiti tinggi untuk dihadiahkan kepada Rasulullah”. Baginda (saw) menjawab “Berhati - hatilah! Sesungguhnya inilah riba! Jika kamu mahu membeli tamar berkualiti tinggi, maka jual lah tamar yang berkualiti rendah dengan harga pasaran, dan gunakanlah wang yang kamu perolehi untuk membeli tamar yang berkualiti tinggi”.

Dalam kata lain, Rasulullah (saw) mahu urusniaga dijalankan berdasarkan harga pasaran kerana dengan itu, harga sesuatu barangan akan ditentukan oleh kuasa pasaran tanpa dipengaruhi unsur-unsur yang tidak sihat. Jelas bahawa Islam menganggap kuasa pasaran yang tidak dicampuri oleh pengaruh lain boleh menentukan dengan lebih baik dan lebih tepat harga yang paling wajar untuk sesuatu barangan.

Islam juga tidak cuba mengawal harga barangan dalam pasaran. Dr Imad mengatakan bahawa “Rasulullah (saw) hanya mencampuri urusan pasaran untuk mengelakkan berlakunya penipuan atau riba”. Baginda (saw) juga tidak cuba mengawal pasaran apabila Baginda (saw) mengambil alih kuasa politik.

Pada zaman pemerintahan khilafah Umayyah, pemerintah pada waktu itu mula mencampuri urusan pasaran dan cuba mengawal pasaran dengan kuasa politik. Khalifah Umar Abdul Aziz memperbetulkan kesilapan ini apabila beliau mengatakan kepada para gabernor yang beliau lantik bahawa :

“Allah telah menjadikan bumi dan air untuk manusia mencari rahmat-Nya. Maka biarlah para peniaga berjalan tanpa sebarang campurtangan atau gangguan. Jangan kamu mencampuri urusan mereka, dan jangan kamu ganggu usaha mereka mencari rezeki”.

Islam juga tidak menggalakkan kerajaan melibatkan diri dalam perniagaan. Ibn Khaldun mengatakan bahawa “aktiviti perniagaan yang dijalankan oleh kerajaan adalah merbahaya kepada rakyat dan boleh merosakkan pendapatan dan pentadbiran kewangan negara”. Ibn Khaldun menjelaskan bahawa jika kerajaan melibatkan diri dalam perniagaan, maka ada kemungkinan akan wujud sebuah monopoli yang akhirnya menyebabkan rakyat terpaksa membayar harga yang tinggi. Situasi sebegini pasti akan membebankan rakyat.

Islam menolak asetikisme

Islam menolak fahaman asetik yang seolah-olah mahu semua manusia hidup dalam kemiskinan dan kesusahan. Dr Imad berhujah bahawa, sebenarnya, kaya atau miskin tidak melambangkan apa-apa. Kekayaan dan kemiskinan hakikatnya adalah ujian kepada manusia. Ujian inilah yang akan menentukan jauh atau rapatnya kita kepada Allah. Semata-mata menjadi miskin, atau dengan sengaja mahu menjadi miskin, tidak langsung melambangkan hubungan seseorang individu dengan Allah dan jauh sekali daripada melambangkan taqwa.

Islam menganggap dunia dan kekayaan yang boleh diperolehi di muka bumi sebagai satu platform neutral yang membolehkan setiap individu menzahirkan rasa cinta mereka kepada Allah dengan sukarela, termasuklah dengan cara mengumpul kekayaan ang halal untuk dibelanjakan secara yang halal. Al-Quran dengan jelas mengarahkan manusia bekerja, dan Islam tidak menganggap usaha mengumpul rezeki per se sebagai sesuatu yang menjauhkan manusia daripada Allah.

Zakat dan pembahagian harta

Menurut Dr Imad lagi, dalam menilai sistem ekonomi Islam, sesetengah pengkaji terkeliru apabila mereka mendakwa Islam mahu menyamaratakan taraf sosio-ekonomi manusia. Mereka menyangka bahawa tujuan sistem zakat ialah untuk memastikan semua manusia mempunyai taraf sosio-ekonomi yang sama rata, tidak ada yang kaya dan tidak ada yang miskin. Ini merupakan dakwaan yang tidak tepat sama sekali.

Kadar zakat adalah amat kecil – hanya 2.5% sahaja. Kadar yang rendah ini jelas tidak akan membawa kepada taraf sosio-ekonomi yang sama rata. Dengan itu, zakat jelas bukan bertujuan untuk menyama-ratakan taraf sosio-ekonomi rakyat, dan bukan juga untuk “menghukum” mereka yang kaya. Sebaliknya, seperti yang dinyatakan dalam Al-Quran, zakat sebenarnya bertujuan untuk menyucikan harta seseorang Muslim.

Sebaik sahaja seseorang mengeluarkan zakat, maka Islam menganggap semua harta lain yang mereka miliki adalah suci dan sepenuhnya menjadi hak mereka. Sebarang perkongsian harta etelah zakat dikeluarkan adalah dalam bentuk sedekah yang sukarela, bukan dalam bentuk paksaaan undang-undang atau rampasan oleh mereka yang berkuasa.

Penutup

Keunggulan teori dan sistem ekonomi Islam sampai ke kemuncaknya pada zaman Ibn Khaldun pada abad ke-14. Ibn Khaldun merupakan tokoh agung yang telah berjaya menggariskan sistem sosio-ekonomi umat berdasarkan prinsip-prinsip Islam.

Bagi Ibn Khaldun, sistem ekonomi Islam menuntut setiap individu berusaha membiayai kehidupan diri sendiri dan keluarga masing-masing, membebaskan pasaran daripada campurtangan kuasa politik, dan mengajak setiap individu manusia menjadi warganegara yang bertanggungjawab terhadap kebajikan secara keseluruhan.

Kedatangan Islam ke muka bumi telah membawa satu sistem pasaran ekonomi yang bebas dan terbuka. Islam menyusun kegiatan ekonomi dengan satu rangkaian undang-undang perdagangan untuk memastikan pemilikan harta peribadi dihormati dan pasaran dibiarkan bebas untuk berfungsi dengan sendiri. Pandangan-pandangan yang menentang sistem pasaran terbuka kebanyakannya bukan berasal daripada penghayatan ajaran Islam yang tulin, tetapi biasanya lebih dipengaruhi fahaman sosialis atau autoritarianisme.

Seruan Islam agar setiap manusia melakukan amal jariah telah melahirkan satu generasi masyarakat bertamadun tinggi yang tiada tolok bandingnya. Generasi ini tidak mengharapkan kerajaan mengambil alih urusan menjaga kebajikan jiran tetangga, tetapi mereka giat menubuhkan pelbagai platform kebajikan yang bebas daripada cengkaman kerajaan. Contohnya, institusi waqaf berkembang pesat semasa zaman emas Islam.

Jika rakyat Malaysia benar-benar mahu mengamalkan sistem ekonomi berdasarkan Islam, maka langkah pertama yang mesti dilakukan ialah memastikan sistem pasaran terbuka kembali diletakkan ke tempatnya.

Oleh: Wan Saiful Wan Jan (www.waubebas.org/)



Saturday, October 11, 2008

Kegembiraan ku bersama Petugas KCS

Pemuda dan Pemudi ku....

Sejak dari bulan Ramadhan lagi perasaanku meronta-meronta untuk mengucapkan penghargaan kepada Petugas KCS dan berhasrat memproklamirkannya ke dalam dunia tanpa sempadan untuk dikongsi bersama oleh seluruh masyarakat dunia, dan hari ini ianya telah terlaksana untuk diproklamirkan. Tahniah anda semua Petugas KCS cukup hebat! Jika ada lagi kalung maharaja Parsi sudah tentu akan ku kalungkan ke leher kamu semua.

Ini adalah disebabkan aku melihat Petugas KCS amat hebat berdasarkan alasan berikut:-

a. Ubudiah LilLAH: Ku perhatikan sejak dari mula sehingga kini kerja-kerja yang dilakukan oleh Petugas KCS benar-benar terserlah sebagai perhambaan diri kepada Allah swt dengan penuh keimanan, mereka menyedari bahawa mereka adalah hamba Allah dan mengetahui bagaimana kedudukan seseorang hamba terhadap tuannya. Ini telah memberi signifikan dari sudut sifat diri mereka, tujuan hidup mereka serta cara kerja buat mereka. Memahami apakah tujuan mentadbir organisasi iaitu sama ia menjadi ibadah atau sebaliknya maksiat dan penderhakaan kepada Allah swt.

b. Mas'uliah: Mereka mempunyai pertanggungjawaban (akauntabiliti) kepada diri, keluarga, organisasi, negara dan yang paling utama ialah terus kepada Allah swt dan memahami bahawa kerja mereka sentiasa dintip dan dicatat setiap saat dan ketika oleh 2 malaikat Allah dikiri dan kanan dan akhirnya diperhitungkan dimahkamah Rabul Jalil yang perjalanan akhir samada syurga atau neraka Allah swt. Mereka menyedari bahawa mereka adalah khalifah Allah di atas muka bumi ini, dengan kepercayaan seperti itu, maka Petugas KCS ini telah muncul sebagai petugas organisasi yang cemerlang.

c. Itqan: Ianya berkaitan amal soleh (akhlak) mereka yang merujuk kepada kualiti kerja yang diterjemahkan sebagai ketekunan, komitmen dan kesungguhan dalam kerja. Tidak memberi ruang berlakunya penyelewengan dan sikap sambil lewa dalam setiap kerja yang dilakukan oleh mereka.

Inilah 3 ciri utama yang aku lihat terpancar kepada Petugas KCS.

Siapakah petugas KCS yang ku maksudkan itu, mereka tidak lain dan tidak bukan ialah....

Hj Yazid (Bang Jid), Razak Kola, Lee Dagin, Aziz, Art, Shukri Kabir, Mat Kedai, Kak Puziah, Mail Beras, Kak Ashah, Azizi Ikan Kerin, Fadzil, Jamen Pejabat, Mail Awang, Rosna, Cikgu Aji, Bad, Ah Kang, Razak Sentu, Puad Mergong, Pak Tam Kaya, Pak Cik Lah, Hamid, Mat Et Letrik, Saubari, Rodzi, Mat Tengku, Hafizan, Anis, Siti Nur Zahirah, Mat Leha, Zul ZMD , Firdaus Masjid, Cobi Kak Basah.... dan ada lagi yang tak sempat di catat.

Ya!!! inilah petugas KCS, yang jika ada lagi kalung Maharaja Parsi nescaya akan ku kalungkan ke leher mereka dengan penuh bangganya.

Apakah yang kumaksudkan Petugas KCS itu?

Petugas KCS yang ku maksudkan itu ialah, Petugas Kerja Cara Sukarela yang membantu tanpa jemu dan penat untuk menjayakan kerja-kerja di Pusat Khidmat Wakil Rakyat Kubang Rotan, walaupun PAS sudah memerintah negeri.

Mereka ini sejak PKWR Kubang Rotan dibentuk yang sebelum itu Majlis Tindakan DUN Kubang Rotan, tetap sama komitmen samada sebelum dan selepas PAS memerintah Kedah. Tidak pernah menghilang rasa pertanggungjawaban mereka untuk menegakkan cita-cita Islam di bumi ini dan terus bergerak dengan penuh semangat membantu Hj Yazid Hj Hashim sebagai Pengarah MTD dan YB Mohd Nasir Mustaffa sebagai Wakil Rakyat Kubang Rotan tanpa sebarang upah.

Sudah tentu ianya anih kepada orang yang bukan PAS, apabila dikatakan kerja tanpa upah tetapi komitmen mereka melebihi KCS yang diupah beribu-ribu RM namun satu ketika dulu ingin dihadiahkan Berus Jamban oleh Sdr Zulkifli Yahaya akibat terlalu lembab dalam kerja, yang dibimbangi diwarisi sehingga sekarang......... kerja sepatutnya seminggu selesai, ambil masa 2 tiga bulan. Lee Hock Seng kata makan gaji buta, Lah Kadiak kata makan duit rakyat , Zul Ya kata kerja macam berus jamban sekali tonyoh sekali berus karat taik, huuuhhhhh...........!!!!! bukan main nak saman, tetapi orang dok tengok tahap kerja masih sama dan ada yang macam nak sabotaj je........

Teruskan wahai sahabatku Petugas KCS melazimkan kerja-kerja cara sukarela demi Allah untuk cita-cita kita yang satu, dan untuk upahnya bantinglah tulang empat keratmu mencari rezeki Allah di Kedai kepada yang ada kedai, di Meja Ayam yang menjual ayam proses, di Meja daging kepada yang menjual daging, bersama simen dan konkrit kepada yang bekerja sebagai kontraktor, di sawah ladang kepada yang bersawah, menempuh gelora gelombang kepada yang bekerja sebagai nelayan, membasuh telor kepada yang menjual Char Koey Teow.....

Aku gembira, aku bangga, aku seronok, bersama Petugas KCS Pusat Khidmat Kubang Rotan samada secara rasmi ataupun tidak seperti Bang Mat Sabu (Penasihat) , Hj Nan, Wazir, Cikgu Di (Adik Ust Ibrahim), Lan Jan, Teh, Lee Hock Seng, Gopal, Hj Ta, Teh Din, Ust Nizam, Bang Balia, Yon Indah Jati, Cikgu Ton, Agus Bengkiang, apa lagi ..... maaf lupa leeee.

Semoga segala jasa baik kamu semua akan diberi ganjaran oleh Allah swt, dan kepada yang masih jauh dari hidayahNya akan didekatkan kepada hidayahNya dalam waktu yang terdekat InsyaAllah.

Taniah Petugas KCS Ku...............bang Rotan

Harapan semoga KCS (Kedah Civil Servant) tirulah budaya kerja Amilin PAS dan semoga EXCO dari PAS akan berupaya menerap budaya kerja tersebut kepada semua KCS tinggalkanlah budaya kerja cara UMNO yang merugikan rakyat. Gaji anda dari dari wang rakyat, untuk kesejahteraan rakyat dan akan dipersoalkan diakhirat nanti.

Kepada KCS yang berdedikasi tahniah diucapkan, semoga terus maju jaya dalam kerjaya... Ameen Ya Rabb.

"Tidak akan bersopan santun orang yang tidak berakal, tidak akan berharga orang yang tidak bersemangat dan tidak akan malu orang yang tidak beragama"
Kata-Kata Cucunda Rasulullah saw, Saidina Hassan

Thursday, October 9, 2008

Sudahkah Kita Mendakwah Rakan Bukan Islam Kita?

Pemuda dan Pemudi ku

Setiap hari kita bertemu rakan-rakan dari Ahli Kelab Penyokong PAS, adakah kita tidak bimbang mereka akan menyalahkan kita di akhirat kelak kerana kita tidak menjelaskan siapakah Tuhan manusia ini yang sebenarnya? Kemanakah manusia selepas mereka dimasukkan ke dalam keranda? Apakah tujuan manusia ini dihidupkan? dan berbagai lagi....

Apakah kita telah mencontohi Rasulullah dalam usaha mengajak manusia kepada Allah swt Tuhan Yang Maha Esa, renung dan fikirkanlah....

Berikut ini adalah surat Rasulullah kepada Hirarclius (Herkules) Penguasa Romawi (Raja Byzantin).


"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, dari Muhammad, Rasulullah, untuk Hiraklius, Penguasa Romawi. Salam sejahtera semoga selalu terlimpah kepada orang-orang yang mau mengikuti kebenaran. Sesungguhnya aku bermaksud mengajakmu memeluk Islam. Masuklah Islam, niscaya kamu akan selamat. Masuklah Islam niscaya Allah akan menganugerahimu dua pahala sekaligus. Jika kamu berpaling dari ajakan yang mulia ini, maka kamu akan menanggung dosa seluruh pengikutmu. Wahai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat ketetapan yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah) (QS Ali Imran : 64)." HR Muslim 3322

Semoga cebisan surat peninggalan Rasulullah saw akan menjadi pengajaran yang berguna kepada kita dalam usaha mengajak manusia berada di Sirathol Mustaqim, InsyaAllah.

Sunday, October 5, 2008

Wasiat Saidina Ali Sebelum Kematian Akibat Dibunuh

Pemuda dan Pemudi Ku.

Kita telah keluar dari bulan Ramadhan, bulan yang penuh kebajikan... semoga kita dapat menyegerakan meneruskan kebajikan berpuasa 6 hari di bulan Syawal ini dengan segera dan berturut-turut seperti yang dianjurkan oleh Imam Syafie dan Imam Abu Hanifah.

Dalam kegawatan kemelut politik Malaysia ini, ingin ku hidangkan kepada sekelian pemuda dan pemudi ku sebuah wasiat yang di sampaikan oleh Saidina Ali KaramalLah Wajhah kepada anak-anaknya dan sekelian muslimin.

Semoga ia menjadi penawar yang mujarab terutama untuk diriku sendiri dan kepada sekelian pemuda dan pemudi ku, hayatilah wasiat tersebut:-

"Daku wasiatkan kepada anda berdua wahai anakku! Para keluargaku dan kepada siapa sahaja yang mendengar wasiatku ini. Sentiasalah kamu bertakwa kepada Allah, hendaklah kamu semua mengatur sebaik-baiknya urusan kehidupan kamu semua. Aku telah mendengar dari Rasulullah saw bersabda, "Memperbaiki dan menjaga baik hubungan persaudaraan antara sesama kaum muslimin lebih baik daripada bersembahyang dan berpuasa sunat. Ketahuilah bahawa pertengkaran itu boleh merosakkan agama. Ingatlah! Tiada kekuatan selain diperkenankan oleh Allah. Perhatikanlah keadaan keluarga anda semua dan eratkanlah hubungan dengan mereka. Kelak Allah akan melimpahkan kemudahan kepada anda semua di hari pembalasan.

"Allah... Allah! Perhatikanlah anak-anak yatim. Jangan mereka sampai kelaparan dan jangalah sampai kehilangan hak. Daku mendengar sendiri Rasulullah saw sendiri berpesan; "Sesiapa yang mengasuh anak yatim sehingga ia mendapat apa yang diperlukan, orang itu akan dikurniakan syurga oleh Allah. Manakala nerakalah orang yang memakan harta anak yatim.""

"Allah... Allah! Perhatikanlah Al-Quran. Jangan sampai anda semua tidak mengamalkannya"

"Allah... Allah! Perhatikanlah jiran tetangga anda semua, sebab mereka itu adalah wasiat Nabi"

"Allah... Allah! Perhatikanlah rumah Allah Masjidil Haram. Jangan anda semua tinggalkannya ketika anda masih hidup. Kerana jika anda tinggalkan, anda tidak akan dipandang orang. Sesiapa yang sering menghampirinya Allah akan menghapuskan dosa-dosanya yang lalu."

"Allah... Allah! Peliharalah solat sebaik mungkin, sebab solat itu amalan perbuatan yang paling mulia dan merupakan tiang agama."

"Allah... Allah! Tunaikanlah zakat sebagaimana semestinya. Sebab itu akan menghilangkan kemurkaan Allah."

"Allah... Allah! Laksanakanlah Puasa di bulan Ramadhan. Sebab puasa itu adalah penutup jalan ke neraka."

"Allah... Allah! Berjuanglah dijalan Allah dengan harta dan jiwa anda semua. Hanya terdapat dua jenis sahaja orang yang berjuang di jalan Allah. Iaitu seorang pemimpin yang memberikan bimbingan menuju Allah dan orang yang patuh kepada pemimpin itu serta mengikuti kebenaran pimpinannya."

"Allah... Allah! Jagalah sebaik mungkin keturunan nabi. Jangan sampai mereka diiniaya orang dihadapan mata anda semua, jagalah sebaik mungkin sahabat nabi yang soleh."

"Allah... Allah! Perhatikanlah para fakir miskin. Biarlah mereka bersama dalam kehidupan anda."

"Allah... Allah! Jagalah sebaik mungin wanita dan hamba sahaya. Sebab Rasulullah saw mewasiatkan supaya anda semua mengambil berat terhadap dua golongan yang lemah ini."

"Dalam menjalankan kewajipan terhadap Allah, jangalah anda merasa takut dicela orang lain. Allah akan melindungi dan menyelamatkan anda semua dari mereka yang ingin membuat jahat kepada terhadap anda."

"Berkatalah sebaik mungkin sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah. Janganlah lalai untuk melaksanakan amal ma'aruf dan nahi mungkar agar Allah tidak melimpahkan kekuasaan kepada orang jahat. Sebab dalam keadaan seperti itu doa anda semua tidak akan diperkenankan."

"Handaklah anda semua saling berhubung erat, saling tolong menolong dan saling kasih mengasihi. Jangalah anda memutus hubungan, saling berpecah atau bercerai berai. Handaklah anda semua saling bantu membantu dalam kebajikan dan takwa. Janganlah sekali-kali anda semua saling bantu-membantu dalam berbuat dosa dan permusuhan."

"Bertaqwalah kepada Allah, kerana siksaan Allah itu amat pedih sekali. Semoga Allah sentiasa menjaga dan memelihara anda wahai keluargaku! Daku mengucapkan selamat tinggal sebaik-baiknya kepada anda semua dan ucapkan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....!"

Kemudian Saidina Ali menoleh kepada kedua anak kesayangannya, Saidina Husin dan Hasan seraya berkata:

"Wahai anakku! Perhatikanlah sebaik-baik 4 perkara yang ingin aku sampaikan. Selagi anda berpegang teguh kepada 4 perkara tersebut, apapun yang anda lakukan tidak akan mendatangkan kemudaratan"

"Sesungguhnya kekayaan yang paling tinggi nilainya ialah akal fikiran. Kemelaratan yang paling berat ialah kebodohan. Kesepian yang paling menakutkan ialah bangga diri. Keturunan yang paling mulia ialah budi pekerti yang luhur."

"Wahai anakku berhati-hatilah bila anda berkawan dengan orang yang kedekut. Sebab dia akan menjauhkan anda dari sesuatu yang anda perlukan. Berhati-hatilah bila anda berkawan dengan orang derhaka. Sebab ia akan menjual dirimu dengan harga yang murah. Berhati-hatilah bila anda berkawan dengan orang yang pembohong. Sebab ia ibarat fatamorgana, yang jauh didekatkan dan yang dekat dijauhkan darimu...."

Pemuda dan pemudiku semoga wasiat tersebut akan menjadi pedoman kepada kita semua dalam meneruskan kehidupan yang masih berbaki setelah meninggalkan Ramadhan yang penuh kenangan manis, semoga kita diberi kesempatan untuk bertemunya sekali lagi pada tahun hadapan, InsyaAllah..... Ameen.

Wednesday, September 17, 2008

PESANAN ISTIMEWA UNTUK RAKYAT ISLAM KUBANG ROTAN


Pemuda dan pemudi ku,


Kejarlah dan Intailah Malam Seribu Bulan


Sebagai sebuah kerajaan yang memerintah, selain dari memikirkan untuk memberi habuan dunia kepada rakyat dengan usaha menarik pelaburan dari luar negara, mempertingkatkan produktiviti anak negeri dan segala macam usaha bagi meninggikan ekonomi rakyat.


Maka sesuai dengan tema ‘Kedah Sejahtera’ – Pusat Khidmat Wakil Rakyat ADUN Kubang Rotan ingin menyeru umat Islam dalam DUN Kubang Rotan untuk bersama-sama memikirkan secara serius habuan atau hadiah istimewa yang diberikan oleh Allah swt kepada seluruh mukminin dan mukminat untuk mencari satu bonus sebagai bekalan yang penuh kesejahteraan ketika di alam akhirat nanti, iaitu dengan sama-sama mengintai malam Lailatul Qadar pada 10 malam-malam terakhir Ramadhan tahun ini dan Ramadhan tahun-tahun berikutnya, selagi nyawa dikandung badan.


Malam yang memberi bonus, amalan selama 1,000 bulan adalah satu tawaran yang tidak boleh dilepaskan oleh sesiapapun yang bergelar mukmin dan mukminat.

Kita boleh berusaha mendapat malam Lailatul Qadar ini, samada secara individu, berkeluarga atau berjamaah, di rumah, di surau atau di masjid.


Walaubagaimana pun bagi Pusat Khidmat Wakil Rakyat ADUN Kubang Rotan mengambil inisiatif untuk bergerak secara berjamaah dari masjid ke masjid sepanjang 10 malam terakhir Ramadhan tahun ini, dalam usaha menggerakkan motivasi rakyat Islam Kubang Rotan mengejar bonus yang sengaja disembunyikan oleh Allah swt.

InsyaAllah program akan bermula jam 01.00 pagi dan berakhir dengan kuliah suboh di 10 buah masjid dalam DUN Kubang Rotan dan InsyaAllah makanan untuk bersahur akan disediakan oleh pihak AJK masjid berkenaan.


Berikut adalah senarai masjid yang telah diaturkan gilirannya:-


19 Ramadhan 1429 : Masjid Al-Ghufran, Akar Peluru, Jalan Pegawai.

20 Ramadhan 1429 : Masjid Kg Baru, Kuala Kedah

21 Ramadhan 1429 : Masjid Kuar Jawa

22 Ramadhan 1429 : Masjid Kubang Jawi

23 Ramadhan 1429 : Masjid Nurul Ihsan, Kbg Rotan

24 Ramadhan 1429 : Masjid Al-Maarof, Sbrg Kota

25 Ramadhan 1429 : Masjid Putra, Batu 6, Jalan Kuala

26 Ramadhan 1429 : Masjid Ehsan, Sbrg Perak

27 Ramadhan 1429 : Masjid Telok Chengai, Jln Kuala Kedah

28 Ramadhan 1429 : Masjid Nagore, Pekan Kuala Kedah


Kuatkan Tekad, Teguhkan Azam Mengejar dan Mengintai Malam Seribu Bulan Anugerah Tuhan Pencipta Alam


Semoga Berjumpa Di Sana!!!

Monday, September 8, 2008

916: PAKATAN RAKYAT MEMERINTAH MALAYSIA?

Allah - Tuhan Yang Menguasai Hari Pembalasan

Pemuda dan Pemudi ku

Sehingga saat ini, aku masih tetap berpegang kepada pendapat bahawa untuk kita mencapai Pemerintahan Islam yang di cita-citakan wajib mempunyai tiga ciri utama iaitu:-

1. Mempunyai seorang pemimpin muttaqin yang bebas dari sebarang kepentingan kelas dan puak.
2. Kuasa penuh untuk menyusun semula masyarakat secara menyeluruh disemua peringkat dengan sistem Islam.
3. Berkeupayaan untuk berurusan dengan dunia luar dengan cara yang tersendiri berdasar acuan Islam.

Persoalannya adakah usaha Anwar Ibrahim untuk menjadi Perdana Menteri dan seterusnya mengambil alih pemerintahan Malaysia pada 16 September nanti akan melengkapkan 3 ciri utama di atas.

Jawapannya sudah tentu tidak. (Kerana, tidak payah lagi aku menghuraikan siapakah Anwar - semua kita sudah tahu).

Jadi bagaimana kita pendokong perjuangan Islam? Apakah kita perlu keluar Pakatan Rakyat? Apakah kita perlu menubuh parti baru? Apakah kita perlu memeluk UMNO? Bagaimana dan bagaimana?.

Itulah persoalan yang berlegar-legar dikebanyakan minda pejuang Parti Islam SeMalaysia (PAS), kadang-kadang idea-idea yang dijana didalam pemikiran hanya digunakan untuk bermonolog, tanpa diluah keluar, kerana bimbang "Luah Mati Emak, Telan Mati Bapak".

Jangan bimbang pemuda dan pemudi ku. Teruskan perjuangan menegakkan Islam yang syumul di atas muka bumi Malaysia ini.

Bagi aku, kita mesti terus dengan Pakatan Rakyat, samada pada 16 September ini berjaya ataupun tidak Pakatan Rakyat memerintah Malaysia. Kerana yang penting bagi ku ialah landskap politik Malaysia ini perlu diubah terlebih dahalu. Khurafat mengatakan orang lain tidak tahu memerintah selain UMNO/BN mesti dihapuskan terlebih dahulu. UMNO mesti dimusnahkan sehingga keakar akar umbi. (maksudku bukan orang UMNO tetapi fahaman UMNO).

Ada dua andaian:

1. Andaian Pertama: Pakatan Rakyat tidak berjaya Memerintah Malaysia pada 16 September 2008.

Semua kerajaan negeri di bawah Pakatan Rakyat memerintahlah seperti biasa. Program-program menuju ke arah Islam yang syumul mesti dipertingkatkan oleh pemerintahan yang dikuasai oleh PAS. Jangan takut kepada pegawai tadbir untuk melaksanakan program Islam (bukan pegawai yang memerintah, tetapi kita yang memerintah pegawai - dan bukan Islam yang diperintah, tetapi Islam yang memerintah).

Ustaz Fadzil Noor, pernah memberitahu, "Takut tak pa, jangan muhong je..."
Yang aku bimbang ialah, jika kita memiliki kedua-dua sifat secara serentak iaitu takut dan suka berbohong. Jika kita takut kepada pegawai kerajaan dan bohong kepada ahli PAS, maka kerajaan yang kita perintah tidak akan sampai kemana. Oleh itu sempena bulan Ramadhan yang mulia ini, kepada negeri yang Pakatan Rakyat baru memerintah, tirulah perkara baik dari abang kita yang dah lama memerintah iaitu Kelantan, jangan berasa malu dan segan.

Sehinga jadilah pemerintahan Negeri Pakatan Rakyat sebagai idola yang kepada semua rakyat Malaysia dan menunggu-nunggu bila lagi Pakatan Rakyat akan datang memerintah negeri mereka.

2. Andaian Kedua: Pakatan Rakyat berjaya memerintah Malaysia

Kita mesti terus dengan Pakatan Rakyat di dalam untuk memerintah Malaysia. Selepas itu PAS mesti diperkukuhkan lagi secara serius (ingat tu Ustaz Idris Ahmad - Timbalan Pengerusi Lajnah Tarbiyyah PAS Pusat) sebagai sebuah gerakan Islam. Aku mencadangkan PAS hanya menghantar sebahagian sahaja pemimpin pertengahan untuk menjadi Menteri, sementara sebahagian pemimpin utama PAS mesti berada diluar kerajaan untuk terus membina jamaah yang benar-benar mantap.

Cadangan aku ini, berlandaskan kepada tindakan yang UMNO akanlakukan setelah 50 tahun berkuasa, maka adalah tidak mudah mereka akan menyerahkan pemerintahan Malaysia ini secara mudah kepada Pakatan Rakyat. Berbagai provokosi akan mereka timbulkan.

Jika ini berlaku, dan tidak dapat dikawal dengan baik oleh kerajaan baru, maka umur Pakatan Rakyat tidak akan kekal lama. Oleh itu, Presiden dan ke tiga-tiga Naib Presiden dicadangkan tidak menyertai kerajaan Pakatan Rakyat (Menteri atau apa-apa jawatan lain yang tidak payah menjadi Ahli Parlimen untuk menjawatnya). Hanya Setiausaha Agung PAS yang dibenarkan mengetuai PAS dalam Pakatan Rakyat pada kali ini.

Tugas mereka yang berada dalam pemerintahan hendaklah di garis luruskan kepada usaha pemantapan Islam dan mesti berani dan sekali-kali tidak bohong. Ini adalah tugas yang berat. Berada dalam kerajaan Pakatan Rakyat peringkat Malaysia adalah penting kerana disitu kita akan dapat belajar dan menguasainya dimasa hadapan yang lebih mencabar.

Tugas pemimpin yang berada diluar, ialah memantapkan parti (jamaah) sehingga benar-benar menjadi Harakah Islam sehingga berjaya mendaulatkan Islam secara syumul atas muka bumi Malaysia ini. Ini juga adalah satu tugas yang lebih penting, kerana jika apa-apa berlaku kepada kerajaan Pakatan Rakyat, ataupun Pakatan Rakyat terus memerintah sehingga PRU ke 13, proses pembangunan kader-kader PAS secara lebih serius mesti dilakukan.

...dan untuk mendaulatkan Islam secara syumul di atas muka bumi Malaysia ini ada beberapa perkara yang perlu dilakukan dalam tempoh 10 tahun ini....

masa lain pulalah dibincangkan... sekarang kita tumpukan perhatian untuk mengubah landskap politik Malaysia terlebih dahulu dengan menidakkan khurafat UMNO bahawa mereka sahaja yang tahu memerintah Malaysia ini.